Pilkada Serentak 2020

Sri Muslimatun : Tantangan Bupati Sleman ke Depan Adalah Kemiskinan yang Meningkat karena COVID-19

Pandemi COVID-19 mengakibatkan angka kemiskinan di Sleman naik sekitar 8 persen.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Sri Muslimatun saat ditemui di TPS 24, Jongke Tengah RW 23, Sendangadi, Mlati. 

TRIBUNJOGJA.COM - Calon Bupati Sleman, Sri Muslimatun pasangan dari Amin Purnama berharap seluruh warga Sleman yang mempunyai hak pilih dapat datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya.

Ia pun berharap warga tetap menjaga protokol kesehatan dalam melakukan pencoblosan.

Saat pencoblosan kali ini, Muslimatun yang merupakan incumbent ini mengaku sudah kembali bekerja sebagai wakil bupati Sleman periode sebelumnya.

Ia pun melakukan pemantauan terkait penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Begini Mekanisme Tata Cara Pencoblosan untuk Pilkada 2020 di Tengah Pandemi COVID-19

"Sekarang saya sudah kembali jadi wakil bupati. Kemarin cuti di luar tanggungan negara sampai tanggal 5 Desember, dan tanggal 6 sudah kembali menjabat jadi wakil bupati," ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh warga Sleman yang sudah memiliki hak pilih dapat menggunakannya untuk memilih pemimpin yang sesuai hati nurani masing-masing, pemimpin yang tepat untuk Sleman 2020-2024.

Ia menyatakan, karena dampak pandemi COVID-19 maka Sleman perlu pemimpin yang  berpengalaman.

"Jadi setelah dilantik bisa langsung running," ucapnya. 

Ia menilai banyak yang harus dilakukan bagi pemimpin Sleman ke depan, terlebih pandemi ini mengakibatkan naiknya angka kemiskinan.

Baca juga: Sri Muslimatun Mencoblos di TPS 036 Blunyah Gede

Muslimatun menyatakan di tahun 2019, angka kemiskinan di Sleman mencapai di sekitar 7 persen.

Seharusnya di tahun 2020 angka itu dapat terus menurun, tapi karena pandemi COVID-19 mengakibatkan angka kemiskinan naik di sekitar 8 persen.

"Kita tidak tahu kapan COVID-19 berakhir, bagaimana cara agar tidak naik. Kemarin saya jadi koordinator tim penanggulangan kemiskinan kabupaten Sleman. Jadi sudah berpengalaman. Tapi karena kemarin harus cuti dua bulan, tugas saya sebagai wabup tidak maksimal," ujarnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved