Breaking News:

Pilkada Bantul 2020

Sejumlah Petugas KPPS Pilkada Bantul Jalani Tes Swab Karena Kontak Erat Dengan Pasien Covid-19

Sejumlah Petugas KPPS Pilkada Bantul Jalani Tes Swab Karena Kontak Erat Dengan Pasien Covid-19

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Simulasi pemungutan suara pilkada serentak 2020 di tengah masa pandemi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL --Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menyatakan ada sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Pemungutan Suara (PPS) di Pilkada Bantul yang dilaporkan kontak erat dengan pasien Covid-19.

Mereka masih menunggu hasil swab untuk bisa menjalankan tugasnya sebagai KPPS.

"Sekarang sedang ada upaya swab. Kita lihat nanti hasilnya dari Dinkes," kata Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan,KPU Bantul, Joko Santoso, Selasa (8/12/2020).

Menurutnya, ada dua TPS di kecamatan Banguntapan yang petugas KPPS-nya terkena tracing.

Kemudian, di kecamatan Sewon, ada petugas PPS terkena tracing. Kedua kasus tersebut menurutnya imbas dari tracing pasien covid-19 dari Kota Yogyakarta.

Bahkan, kata Joko, ada pula laporan petugas Linmas yang terkena tracing. 

"Laporan Linmas ini coba akan kita cek kebenarannya," ujar dia. 

Joko mengatakan, terhadap petugas KPPS, PPS maupun Linmas yang terkena tracing, akan segera dilakukan tes swab untuk memberi kepastian.

Baca juga: Pentingnya Pemetaan TPS Rawan

Baca juga: 654 Surat Suara Pilkada Kota Magelang 2020 Dimusnahkan, Ini Alasannya

Apabila memang dinyatakan positif, maka tidak akan bisa menjalankan tugas. Sebab, tidak mungkin dilakukan pergantian. 

Pihaknya mengaku sudah mengantisipasi hal tersebut dan hari ini akan langsung petakan. Apabila dalam satu TPS ada 1 petugas yang tidak bisa bertugas, dan hanya diiisi oleh 6 orang, baginya tidak ada masalah.

Namun apabila dalam satu TPS kurang dari 5 petugas, maka akan dicarikan kekurangannya.  

"Kami terpaksa akan menggeser petugas KPPS dari TPS terdekat," tuturnya.

Sementara untuk Linmas di TPS yang tidak bisa bertugas, maka akan menggeser petugas Linmas dari Desa. 

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Bantul, Jumakir mengatakan, ada petugas penyelenggara Pilkada Bantul yang terkena tracing karena kontak erat dengan pasien covid-19  harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, terhadap mereka harus segera ada penanganan, untuk memberi kepastian. 

"Sehingga harapannya, pemungutan suara besok bisa berjalan lancar, aman dan sehat," ucap dia.(Tribunjogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved