Breaking News:

Bisnis

Pencairan Bansos Turut Pengaruhi Fluktuasi Harga Bahan Pokok di DI Yogyakarta

Beberapa komoditas bahan pokok (bapok) pangan di DIY mengalami fluktuasi di pekan kedua Desember 2020.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ilustrasi. Penjual telur ayam di Pasar Bantul beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa komoditas bahan pokok (bapok) pangan di DIY mengalami fluktuasi di pekan kedua Desember 2020.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) DIY mencatat, satu di antara penyebab terjadinya fluktuasi adalah bertambahnya permintaan konsumen seiring dengan pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto mengatakan harga beberapa komoditas bapok masih terjadi fluktuasi terutama telur dan daging ayam yang dipicu permintaan konsumen sehubungan cairnya bansos PKH pada Desember 2020 ini.

"Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam bansos PKH di DIY membelanjakan untuk kebutuhan lauk pauk, khususnya telur ayam ras. Permintaan telur ayam dalam negeri ini sangat tinggi setiap kali ada pencairan bansos PKH,"  jelasnya Senin (7/12/2020).

Baca juga: Cabai Rawit di Pasar Tradisional Sleman Melonjak, Berikut Daftar Harga Komoditas Lainnya

Adapun harga telur ayam ras naik dari Rp 25.200 menjadi Rp 25.700/Kg, harga ini melebihi harga acuan yang ditetapkan sebesar Rp 24.000/Kg, sedangkan harga daging ayam terpantau Rp 33.700/Kg yang masih di bawah harga acuan sebesar Rp 35.000/Kg.

Di sisi lain, musim hujan juga mempengaruhi produktivitas di beberapa komoditas dan menyebabkan fluktuasi harga.

Yakni cabai merah keriting naik dari Rp 37.300 menjadi Rp 38.700/Kg, cabai merah besar dari Rp 47.700 menjadi Rp 52.000/Kg dan cabai rawit merah dari Rp 43.000 menjadi Rp 44.000/Kg.

Sebaliknya harga komoditi bapok yang mengalami sedikit tekanan adalah bawang merah dari Rp 30.000 menjadi Rp 29.300/Kg. Harga ini masih di bawah harga acuan sebesar Rp 32.000/Kg.

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Bantul Naik Menjelang Nataru

 
Meski harga rata-rata beberapa bapok pangan di DIY mengalami flutuasi, namun Yanto mengatakan bahwa itu masih dalam batas kewajaran.

Komoditi bapok pangan lainnya terpantau stabil yaitu beras baik medium maupun premium, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi dan bawang putih baik kating maupun sinco.

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan Bulog maupun paguyuban pedagang beras di DIY untuk menggelar operasi pasar murni (OPM) dan operasi komoditas lainnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Kami pastikan ketersediaan stok bapok pangan akan cukup, dan distribusinya lancar jelang Nataru di DIY, " tandasnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved