Breaking News:

Pilkada Kota Magelang

KPU Kota Magelang Melayani Pemilih di 12 Rumah Sakit dan Pasien Covid-19

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang melayani pemilih yang berada di 12 rumah sakit di Kota Magelang, termasuk pasien Covid-19

Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
KPU Kota Magelang telah menyiapkan semua logistik yang diperlukan dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020 ini. 

Meski tak dapat memilih secara langsung, pendamping akan merahasiakan pilihan dari para pemilih di rumah sakit.

"Kita sudah koordinasi terkait itu. Kita menyediakan kurang lebih 27 TPS untuk melayani rumah sakit. Kita sudah petakan. Dimana di dalamnya ada keterangan siapa yang mendampingi, siapa pemilih yang didampingi, dan ada klausul bahwa yang mendampingi akan merahasiakan pilihan dari yang didampingi. Kerahasiaan akan terlindungi dan mengakomodir hak pilih," tuturnya.

Sementara itu, untuk mekanisme pemilih yang merupakan pasien Covid-19, KPU Kota Magelang sudah memiliki pendamping dari rumah sakit.

Pendamping ini merupakan perawat atau tenaga medis di sana, yang merupakan petugas yang ada di bangsal perawatan pasien Covid-19.

Pemungutan suara akan dibantu oleh pendamping.

Cara pemungutan suara tidak secara langsung mencoblos surat suara, tetapi dengan cara lain seperti menggunakan alat komunikasi handphone, whatsapp, atau dengan lisan tetapi rahasia.

Baca juga: Klaster Keluarga dan Pelaku Perjalanan Dominasi Tambahan Kasus Covid-19 Kulon Progo

Baca juga: Rakornas TPAKD 2020 Sebagai Upaya Mendorong Inklusi Keuangan Indonesia

"Kemudian mekanisme karena pemilih posisi penderita Covid-19, kita akomodir hak pilihnya dengan cara kita ada memiliki pendamping dari rumah sakit. Tidak ada yang boleh masuk bangsal Covid-19. Kalau sudah ada di bangsal yang boleh masuk hanya perawat saja.

Disampaikan rumah sakit, semua yang keluar dari bangsal mesti didisinfeksi. Nanti, akan dibantu pendamping. Karena surat suara kalau dibawa penderita, akan membawa virus. Kalau disterilisasi, karena cairan akan rusak. Maka dari itu melalui pendamping. Mekanisme kita akan koordinasi dengan rumah sakit (cara pemungutan suara)," katanya.

Sementara, para pemilih yang sedang isolasi mandiri di rumah, pemungutan suara akan dibantu oleh petugas KPPS.

Pemungutan tidak secara langsung, tetapi hak pilih tetap disampaikan melalui pendamping tanpa ada kontak.

"Rumahnya didatangi oleh petugas KPPS, prinsipnya sama. Melalui pendamping. Tidak kontak. KPPS akan memakai APD seperti masker, face shield, sarung tangan latex, kita bekali dengan hand sanitizer. Hal ini agar semua aman," ujarnya. (rfk)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved