Breaking News:

Superball

Pemain PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman Petik Pelajaran Berharga dari Kursus Kepelatihan

Pemain PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman baru saja merampungkan kursus kepelatihan lisensi C AFC di Bali.

Media Officer PSIM Yogyakarta
Penyerang PSIM Yogyakarta, TA Musafri dijegal pemain Sriwijaya FC pada laga perdana Liga 2 2020. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemain PSIM Yogyakarta, TA Musafri dan Sandy Firmansyah serta pemain PSS Sleman, I Gede Sukadana dan Jefri Kurniawan belum lama ini baru saja merampungkan kursus kepelatihan lisensi C AFC di Bali, pertengahan November 2020 lalu.

Penyerang senior PSIM Yogyakarta, TA Musafri tidak memungkiri bila ia mempelajari banyak hal baru selama kursus lisensi berlangsung.

Ia pun tak menampik, banyak perbedaan yang ia rasakan ketika harus tampil di lapangan sebagai pemain maupun ketika di pinggir lapangan sebagai pelatih.

"Alhamdulillah banyak pengalaman sekali pengalaman yang saya dapat selama kursus kemarin, baik secara teori maupun praktek. Intinya memang berbeda sekali ketika lebih menjadi seorang pemain sepak bola, di bandingkan dengan sebagai seorang pelatih, memang tidak mudah tetapi saya pribadi merasa sebagai seorang pelatih ini hal yang menarik dan sebagai tantangan buat saya pribadi," ujar TA Musafri kepada Tribunjogja.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Di Tengah Mandeknya Kompetisi, Bek PSS Sleman Tetap Jaga Kondisi

"Banyak sekali teori-teori yang saya dapat tidak hanya tentang seorang pelatih sepak bola tapi hal-hal lain di luar sepak bola yang berkaitan. Juga banyak yang saya dapatkan seperti psikologi kesehatan penanganan cidera, tentang perwasitan, analisis dan lain-lain," lanjut eks Persija Jakarta ini.

Ia pun merasa beruntung dan bersyukur mendapat pengalaman maupun pelajaran penting selama kursus kepelatihan berlangsung. Ia pun mengaku kursus kepelatihan banyak meninggalkan kesan. 

"Jadi banyak sekali ilmu yang kami dapat. Saya sangat bersyukur sekali, soal kesan selama kursus banyak sekali hal-hal kocak lucu tidak hanya di ruang tapi saat praktek juga. Ketika pertama mencoba buat program latihan kemudian melatih, lebih banyak dituntut untuk aktif berbicara," ujarnya.

"Yang paling sulit bagaimana bisa menghandle stres dengan banyak tugas baik kelompok individu maupun tugas-tugas lain. Jadi memang intinya tidak mudah menjadi seorang pelatih maupun pemain. Pemain lebih tidak peduli dan cenderung lebih mau di layani," ungkap TA Musafri.

Setelah mengantongi lisensi C AFC, TA Musafri mengatakan bila masih ingin meningkatkan ilmu kepelatihannya dengan mengambil lisensi yang lebih tinggi.

"InsyaAllah kalau ada kursus pelatih B AFC, rencana ingin ikut," ujarnya.

Baca juga: Pulang ke Makassar, Penggawa PSIM Yogyakarta Manfaatkan Libur Bersama Keluarga

Halaman
12
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved