Breaking News:

Jawa

Debat Publik Pilkada Klaten, Paslon ORI Dorong Terciptanya Sekolah Unggulan Secara Merata

ORI memiliki strategi tersendiri untuk memperbaiki tata kelola pendidikan dan sistem zonasi di Kabupaten Klaten.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi KPU Klaten
Suasana debat publik putaran kedua Pilkada Klaten, Rabu (2/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pasangan calon (paslon)  Bupati dan wakil Bupati Klaten, nomor urut 2, One Krisnata-Muhammad Fajri atau disingkat (ORI) memiliki strategi tersendiri untuk memperbaiki tata kelola pendidikan dan sistem zonasi di Kabupaten Klaten.

Calon Bupati Klaten, One Krisnata menegaskan jika dirinya akan berusaha menjadikan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Klaten menjadi sekolah unggulan.

Sehingga, dengan terwujudnya pemerataan sekolah unggulan itu, dengan sendirinya sistem zonasi yang ada akan hilang.

"Kaitan pendidikan dan zonasi adalah masalah di Indonesia bukan hanya di Klaten. Kami akan berusaha melakukan pemerataan dan berusaha menjadikan semua sekolah menjadi sekolah unggulan. Tidak ada istilah sekolah A unggulan dan B tidak unggulan," ujarnya pada debat publik putaran kedua Pilkada Klaten, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Debat Publik Pamungkas Pilkada Klaten Digelar Besok, KPU: Persiapan Sudah 95 Persen

Ketua Partai Demokrat Klaten itu merinci, jika cara pihaknya untuk mendorong sekolah di Klaten menjadi sekolah unggulan yakni dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi secara berkala.

"Kami akan siapkan sarana dan prasarananya, kami akan beri pelatihan dan sertifikasi bagi guru-guru kita. Dan yang paling oeningkatan kapasitas guru-guru kita," tambahnya.

Terkait dengan pandemi COVID-19, disambung One, suasana sekolah tidak seperti dulu lagi karena banyak keterbatasan untuk belajar tatap muka.

Maka dari itu, paslon nomor urut 2, kata One, bakal merangkul guru-guru untuk datang mengajar ke rumah-rumah muridnya dengan maksimal satu guru mengajar lima murid.

"Besok kami harapkan murid-murid kelas empat, lima dan enam SD serta murid SMP akan didatangi guru yang akan kita pekerja ke depan sampai pandemi berakhir nanti sekolah akan ada di rumah kalian, itu jangan khawatir guru akan datang," tambahnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved