Breaking News:

Alasan Penetapan KLB Terhadap Peristiwa Pesta Pernikahan Berujung Duka di Buton, 311 Orang Keracunan

Pemkab Buton akhirnya menetapkan status kejadian luar biasa ( KLB) dengan adanya peristiwa ratusan warga keracunan makanan pesta pernikahan

Editor: Yoseph Hary W
DEFRIATNO NEKE via kompas.com
Keracunan makanan pesta pernikahan - Jumlah warga desa Galanti, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara diduga keracunan usai menyantap makanan di pesta pernikahan terus bertambah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Peristiwa Pesta Pernikahan yang berujung duka karena diduga hidangannya membuat para tamu undangan keracunan, kini ditetapkan statutsnya sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Pemkab Buton menetapkan status KLB atas peristiwa nahas di pesta pernikahan itu tentu dengan alasan kuat berdasarkan fakta dan data yang telah dikumpulkan.  

Pemkab Buton akhirnya menetapkan status kejadian luar biasa ( KLB) dengan adanya peristiwa ratusan warga keracunan makanan usai menyantap pesta pernikahan di Desa Galanti, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton.

Penetapan KLB itu karena korban keracunan makanan atau hidangan pesta pernikahan tersebut dikabarkan terus bertambah.

KERACUNAN MAKANAN - Puluhan warga desa Galanti, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan pesta pernikahan, Minggu (29/11/2020). Akibatnya, puluhan warga menjalani perawatan di UGD RSUD Kabupaten Buton
KERACUNAN MAKANAN - Puluhan warga desa Galanti, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan pesta pernikahan, Minggu (29/11/2020). Akibatnya, puluhan warga menjalani perawatan di UGD RSUD Kabupaten Buton (DEFRIATNO NEKE via kompas.com)

Baca juga: Kronologi Pesta Pernikahan Berujung Duka, Ratusan Tamu Undangan Diduga Keracunan, 1 Balita Meninggal

Hingga saat ini, jumlah korban keracunan makanan bertambah menjadi 311 orang dan telah menjalani perawatan di RSUD dan puskesmas.

“Untuk status ini sudah bisa kita katakan KLB. Kita sudah lakukan penyelidikan kasus secara epidomologi di lapangan dan kita mengumpulkan data,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Buton, Djufri D, Rabu (2/12/2020).

Djufri menambahkan, Dinas Kesehatan juga telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat terhadap bahaya keracunan makanan.

“Dalam penyuluhan tersebut kita sampaikan, siapa saja yang merasakan panas atau muntah-muntah, kita arahkan pelayanan ke rumah sakit,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Buton juga telah mengirimkankan delapan sampel bahan makanan ke BPOM di Kendari.

“Sementara kita lagi menunggu hasil laboratorium dari propinsi, karena lagi diperiksa semua, apakah mengandung kimia atau sebagainya, kami lagi menunggu esok,” ucap Djufri.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved