Breaking News:

Kolom KPU DIY

Mewujudkan Pilkada Ramah Difabel

KPU harus mendahulukan (affirmatif action) kepada para pemilih berkebutuhan khusus dalam memberikan pelayanannya.

Istimewa
Komisioner KPU DIY, Ahmad Shidqi 

Oleh: Komisioner KPU DIY, Ahmad Shidqi

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, total pemilih difabel yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap di 3 Kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada adalah sebanyak 11.138 pemilih dengan rincian untuk Kab. Sleman 4.272 dari total 792.925 pemilih, Kab. Bantul 3.886 dari total 704.688 pemilih, dan Gunung Kidul 2.980 dari total 599.850 pemilih.

Angka tersebut, meskipun tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan jumlah total pemilih 3 Kabupaten yang berjumlah sebanyak 2.097.463, namun secara konstutusional tetap harus diberi hak yang sama untuk menggunakan hak pilihnya.

Bahkan lebih dari itu, KPU harus mendahulukan (affirmatif action) kepada para pemilih berkebutuhan khusus dalam memberikan pelayanannya.

Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan kepada publik, khususnya penyandang disabilitas, terkait dengan regulasi KPU yang “menyentuh” hak pemilih difabel.

Hal ini penting dilakukan agar kita semua bisa mengawal penyelenggaraan Pilkada 2020 benar-benar ramah difabel.

Pengalaman dalam Pilkada serentak sebelum-sebelumnya, termasuk dalam penyelenggaraan Pemilu, kebijakan Pilkada ramah difabel kurang bisa terimplementasikan dengan maksimal karena kurang meratanya perspektif dan sensitifitas publik, khususnya penyelenggara Pilkada di level bawah, yaitu KPPS dalam memandang dan memposisikan pemilih difabel.

Memang harus diakui, terkait dengan mainstreaming ramah difabel ini bukanlah perkara mudah bagi KPU.

Besarnya jumlah petugas KPPS yang berkerja di level TPS adalah problem utamanya. Bisa dibayangkan, dalam Pilkada serentak 2020 di 3 Kabupaten di DIY ini saja misalkan, dengan jumlah TPS sebanyak total 6.110, maka KPU telah menetapkan petugas KPPS sebanyak 42.770 personil, karena di masing-masing TPS tersebut terdapat 7 orang personil.

Belum lagi dengan 2 orang petugas ketertiban TPS yang masing-masing TPS berjumlah 2 orang, maka total petugas ketertiban TPS ada 12.220 personil.

Halaman
123
Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved