Breaking News:

Operasikan GITET Pemalang-Batang Extension, Potensi Pendapatan PLN Capai Rp 911 Miliar Per Tahun

PLN berhasil mengoperasikan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kiloVolt (kV) Pemalang/Batang Extension di Batang, Jawa Tengah.

DOK. Humas PLN
PLN PLN berhasil mengoperasikan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kiloVolt (kV) Pemalang-Batang Extension di Batang, Jawa Tengah. 

TRIBUNJOGJA.COMPerusahaan Listrik Negara (PLN) terus menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mendukung penyediaan tenaga listrik bagi pelanggan. 

Jelang akhir tahun, PLN berhasil mengoperasikan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kiloVolt (kV) Pemalang-Batang Extension di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II (UIP JBT II) Eko Priyantono Aviantoro mengatakan, meski dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk pandemi Covid-19, pihaknya bersyukur proyek ini dapat selesai tepat waktu.

“Serangkaian uji coba telah kami lakukan, dan sekarang GITET ini sudah bisa beroperasi untuk mendukung kelistrikan Jawa-Bali,” ujarnya seperti keterangan tertulisnya, Senin (30/11/2020).

Eko menjelaskan, beroperasinya GITET 500 kV Pemalang/Batang Extension akan meningkatkan keandalan pasokan listrik di sistem kelistrikan Jawa-Bali. 

Khususnya, lanjutnya, di kelistrikan jalur utara Pulau Jawa yang membentang dari GITET Tanjung Jati B sampai GITET Cibatu Baru-Deltamas. 

Selain itu, hadirnya GITET tersebut juga diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan PLN melalui penjualan tenaga listrik sebesar Rp 911 miliar per tahun.

GITET 500 kV Pemalang/Batang Extension juga berfungsi menyalurkan daya listrik yang dihasilkan pembangkit-pembangkit berkapasitas besar di Jawa.

Pembangkit besar tersebut, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang yang berkapasitas 2x1.000 Megawatt (MW) dan PLTU Tanjung Jati B yang berkapasitas 2x1.000 MW. 

Saat ini, penyaluran energi listriknya dilakukan melalui sistem Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV.

Namun, untuk target pada akhir 2020 ini penyaluran diharapkan juga akan melalui Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Tanjung Jati-Batang serta Batang-Mandirancan.

Tak hanya meningkatkan keandalan listrik, proyek pembangunan GITET 500 kV Pemalang/Batang Extension yang dimulai sejak Desember 2019 ini juga berhasil menyerap sebanyak 250 tenaga kerja. 

“Dengan listrik yang semakin andal harapannya tentu dapat meningkatkan produktivitas, memacu pertumbuhan ekonomi dan yang utama dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutur Eko.

Penulis: Inang Jalaludin Shofihara
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved