Breaking News:

Yogyakarta

Bappeda DI Yogyakarta Sebut Pembangunan Pelabuhan Gesing Perlu Persiapan yang Panjang

Bappeda DIY menyebutkan pembangunan Pelabuhan Gesing perlu persiapan panjang sebelum proses pembangunan.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan pembangunan Pelabuhan Gesing perlu persiapan panjang sebelum proses pembangunan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) , Beny Suharsono mengatakan, pembagunan pelabuhan Gesing harus dikerjakan bertahap dan butuh waktu yang panjang. 

"Saat ini sedang dirumuskan oleh Pemda DIY. Ini masih terus dikaji ulang dan akan dilakukan pengembangan master plan dan feasibility studi (FS). Jika sesuai dan layak  akan ke tahap selanjutnya yaitu, Detail Engineering  Design (DED) hingga rancangan besaran anggaran, harus bertahap dan terinci,"jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (30/11/2020).

Ia menambahkan, untuk proses DED direncanakan selesai pada tahun 2021.

Baca juga: Mulai Digodok Kembali, Pelabuhan Gesing Direncanakan Dibangun Mulai 2022

Sehingga, mulainya pembangunan dapat dilakukan pada 2022.

Tak hanya itu, selesainya DED juga menjadi  tahap penting untuk mengetahui anggaran yang diperlukan.

"Untuk saat ini, kisaran anggarannya belum bisa didapat. Karena, memang harus menunggu hasil DED. Nanti, setelah DED selesai anggaran yang dibutuhkan bisa diketahui dan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," terangnya.

Sementara itu, untuk anggaran dana berasal dari mana.

Pihaknya masih menunggu cakupan pembangunan lebih condong ke wilayah selatan atau utara.

Apabila, lebih ke arah Selatan dimungkinkan akan masih bisa memakai  dana istimewa (danais).

"Makanya ini, harus menunggu DED dulu. Kalau memang condong ke arah Selatan masih memungkinkan memakai danais. Karena,  daerah pantai Selatan masih menjadi satuan strategis ruang keistimewaan," pungkasnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved