Ajak 18 Pelaku UMKM, Dinas Pariwisata Gelar “Jogja TITAF 2020”
Jogja TITAF Expo 2020 menyajikan produk pariwisata dan ekonomi kreatif dan hasil perikanan dan kelautan.
Penulis: IJS | Editor: MGWR
TRIBUNJOGJA.COM – Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarat (DIY) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar “Jogja Trade Investment Industry Tourism Agriculture Marine Fisheries & Forestry Expo 2020” (Jogja TITAF 2020).
Kegiatan yang turut serta melibatkan PT Pelangi Internusa Mediatama ini digelar Kamis-Minggu, 26-29 November 2020 di Jogja City Mall.
Gelaran Jogja TITAF Expo 2020 kali ini merupakan edisi kelima sejak pertama kali digelar tahun 2015.
Adapun, kegiatan ini dikemas dalam bentuk pameran produk pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dan hasil perikanan dan kelautan.
Jogja TITAF Expo 2020 kali ini menghadirkan 18 pelaku industri pariwisata dan usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Yogyakarta serta beberapa organisasi perangkat daerah, pelaku pariwisata dan UMKM luar Yogyakarta.
Pelaku UMKM luar Yogyakarta tersebut, di antaranya Ngawi, Kalimantan Tengah, Jepara, Lampung, Singkawang, dan Kota Kediri. Mereka pun menampilkan produk-produk parekraf unggulan.
Pada kesempatan ini, Dinas Pariwisata DIY menyajikan tarian tradisional dalam pembukaan Jogja TITAF 2020, Jumat, (27/11/2020).
Tak hanya tarian, pembukaan tersebut diwarnai pertunjukan oleh bregodo sepanjang kegiatan pameran sebagai wujud komitmen penuh dalam mengangkat potensi budaya DIY.
Selain menampilkan sajian produk unggulan, Jogja TITAF 2020 juga diramaikan dengan tampilan berbagai hiburan yang menjadi daya tarik wisatawan.
Penyelenggaraan kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya pemulihan kegiatan usaha di sektor pariwisata, investasi, industri dan perdagangan.
Kemudian, ditujukan pula untuk pemulihan usaha produk dan jasa dari kekuatan baru di sektor pertanian, kehutanan, dan maritime, sehingga dapat terakselerasi dan mencapai sasaran dengan tepat.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang menyebar secara cepat diseluruh dunia telah melumpuhkan berbagai lini sektor perekonomian dunia.
Kebijakan lockdown yang diambil beberapa negara berdampak terhambatnya laju pertumbuhan ekonomi dunia tidak terkecuali Indonesia.
Dengan begitu, kegiatan ini bertujuan agar sektor kegiatan usaha terdampak pandemi Covid-19 dapat mempromosikan kembali kegiatan usahanya.
Kemudian, para pemangku kepentingan dan masyarakat mendapat informasi dan data kemampuan pasar.
Selain itu, kegiatan “Jogja TITAF 2020” ini diharapkan menjadi ajang promosi dan branding pariwisata DIY di masa new normal yang telah menerapkan protokol cleanliness, health, safety, environment (CHSE).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dinas-pariwisata-daerah-istimewa-yogyakarat-menggelar-jogja-titaf-2020.jpg)