Breaking News:

PT Angkasa Pura I Lakukan Sosialisasi Peraturan Terkait Keselamatan Penerbangan

PT Angkasa Pura I menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait adanya beberapa kasus yang dapat membahayakan keselamatan

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Sri Cahyani Putri
Sosialisasi yang diselenggarakan oleh PT Angkasa Pura I terkait tindakan yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan di Kompleks YIA, Kamis (26/11/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - PT Angkasa Pura I menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait adanya beberapa kasus yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan

PTS General Manager PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama mengatakan FGD ini berawal dari keprihatinan yang terjadi di sekitar Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo dan Bandara Adisutjipto di Kabupaten Sleman. 

Sebagai contoh adanya kejadian layang-layang yang tersangkut di gear pesawat Citilink yang akan mendarat di Bandara Adisutjipto pada bulan lalu. 

Baca juga: One Krisnata - Muhammad Fajri Janji Akan Memimpin Klaten dengan Hati

Baca juga: YEC Yogyakarta Kembalikan Semangat Belajar Bahasa Inggris via Online

Baca juga: Meski Sekolah Sudah Siap, Bantul Tidak Ingin Gegabah Gelar Sekolah Tatap Muka

Selain itu juga adanya temuan balon udara yang diterbangkan tanpa terkendali pada ketinggian mencapai 6.000 meter yang terlihat oleh pilot yang akan melakukan pendaratan di bandara. 

"Dari beberapa kasus tersebut menurut kami harus dilakukan tindakan lanjut dengan seluruh stakeholder termasuk tokoh masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) baik di wilayah bandara YIA di Kulon Progo, bandara Adisutjipto di Sleman dan Purworejo. Sehingga kami melakukan sosialisasi terkait peraturan itu," tutur Pandu usai acara di Gedung Penghubung YIA, Kamis (26/11/2020). 

Oleh sebab itu, pihaknya mengundang narasumber yang berkompeten di bidangnya seperti Direktorat Navigasi Penerbangan, Direktorat Keamanan Bandar Udara (Dirkampen) dan Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya. 

Ia mengatakan, seluruh peraturan yang disampaikan terkait dengan bahaya menerbangkan layang-layang, drone tanpa izin dan balon udara agar diketahui oleh masyarakat karena berhubungan dengan keselamatan penerbangan

Terlebih, pihaknya juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan monitoring apabila masih melihat pelanggaran tersebut. 

"Kami saat ini masih memberikan himbauan. Tapi ke depannya setelah sosialisasi ini sekiranya masih didapati ada yang melanggar perlu adanya tindakan seperti halnya di Kabupaten Wonosobo," tegasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved