ADVERTORIAL

Ketua DPRD Bantul Ingin Pandemi Ditekan, Ekonomi Rakyat Jalan

Pemulihan ekonomi adalah program kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya secara luas, karena mengajak serta keterlibatan masyarakat.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Hanung Rajardjo 

TRIBUNJOGJA. COM, BANTUL - Pandemi coronavirus disease-2019 (COVID-19) melumpuhkan berbagai sektor ekonomi.

Karenanya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Hanung Rajardjo mendorong Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul tahun 2021 yang diputuskan bersama Bupati, lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan yang bersifat pemulihan ekonomi.

Menurutnya, dengan cara itu diharapkan dapat mengangkat perekonomian rakyat.

Selain itu, Hanung juga menginginkan upaya penanggulangan pandemi di Bumi Projotamansari tetap harus digalakkan.

Baca juga: Ketua DPRD Bantul Ingin Penanganan Covid-19 dan Perekonomian Rakyat Berjalan Selaras

Jangan sampai lengah dan fokus hanya pada pemulihan perekonomian saja, tetapi bahaya pandemi terabaikan.

"Jadi harus selaras. Pandemi ditekan, pemulihan ekonomi dijalankan," kata dia, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/11/2020)

Hanung mengatakan, pemulihan ekonomi adalah program kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya secara luas, karena mengajak serta keterlibatan masyarakat.

Misalnya, program padat karya, pemberdayaan masyarakat, maupun pelatihan kewira-usahaan.

Menurutnya, program tersebut sangat penting dan prioritas.

Sebab, bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca juga: Positif Covid-19 Terus Bertambah, Bantul Tingkatkan Tracing, Screening dan Testing

Termasuk sektor Kesehatan dan Pendidikan, menurut Hanung, sangat penting.

Karena itu, keduanya masuk prioritas dan jangan sampai ditinggalkan.

Sebaliknya, "program kegiatan yang bukan skala prioritas, atau tidak wajib, sebaiknya ditunda terlebih dahulu," ucap dia.  

Terlebih, APBD Bantul tahun 2021 mengalami defisit.

Sebagaimana diketahui, total pendapatan Kabupaten Bantul mengalami penambahan Rp 16,5 miliar dari semula Rp 2,128 Triliun menjadi sebesar Rp 2,144 Triliun.

Sementara, total belanja juga bertambah Rp 15 miliar menjadi Rp 2,285 Triliun.

Sehingga anggaran defisit sebesar Rp 140 miliar, atau sekitar 6.57 persen. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved