Gagal Mendaki, Truk Bermuatan Pasir di Klaten Nyaris Masuk Jurang

Satu unit truk bermuatan pasir nyaris masuk jurang setelah gagal menanjak di jalan penghubung desa yang berada di Desa Cawan, Kecamatan Jatinom

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Almurfi Syofyan
Proses evakuasi satu unit truk bermuatan pasir yang nyaris masuk jurang di Desa Cawan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (25/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Satu unit truk bermuatan pasir nyaris masuk jurang setelah gagal menanjak di jalan penghubung desa yang berada di Desa Cawan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (25/11/2020).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi di dekat Jembatan Cawan yang menghubungkan Desa Tibayan dengan Desa Cawan tersebut.

Pantauan Tribun Jogja di lapangan, truk berwarna putih dengan bak berwarna biru itu berada dalam posisi menggantung di sayap jembatan.

Baca juga: DPR RI dan Kemensos Sebut Penanganan Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Baik

Baca juga: Muhammad Fajri Ucapkan Selamat Hari Guru, Memuliakan Guru Jadi Salah Satu Janji Kampanye Tim ORI

Baca juga: PT LIB Berkoordinasi dengan Pihak Keamanan Terkait Lanjutan Kompetisi

Proses evakuasi truk berlangsung cukup lama hingga memakan waktu di atas 4 jam.

Selama proses evakuasi truk itu, menjadi tontonan warga setempat.

Selain menunggu mobil derek tiba, warga setempat dan sopir truk yang diketahui bernama Eko (30) juga berusaha mengevakuasi truk dengan menggunakan tali dan satu unit truk lainnya.

Proses evakuasi satu unit truk bermuatan pasir yang nyaris masuk jurang di Desa Cawan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (25/11/2020).
Proses evakuasi satu unit truk bermuatan pasir yang nyaris masuk jurang di Desa Cawan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (25/11/2020). (Tribunjogja/ Almurfi Syofyan)

Kepala dusun (Kadus) II, Desa Cawan, Darus saat ditemui di lokasi mengatakan jika jalur penghubung antar desa dimana lokasi truk tersebut nyaris masuk jurang bukanlah jalur bagi truk golongan galian c.

"Ini sebenarnya bukan jalur truk. Sebab, jalurnya sempit dan jika ada dua mobil yang berpapasan harus mengalah salah satunya. Tidak bisa melintas bersamaan," katanya.

Baca juga: CPNS 2021 Akan Dibuka Maret, Ini Dia Formasi Minim Peminat yang Bisa Jadi Pertimbangan

Baca juga: Perubahan Nomenklatur, Pjs Bupati Bantul Lantik Sejumlah Pejabat Kapanewon 

Baca juga: Segini Harga Permeter Tanah Warga di Desa Sidoharjo Klaten yang Terdampak Pembangunan Tol Yogya-Solo

Ia mengatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya telah pernah memasang papan pengumuman agar kendaraan jenis truk dilarang melintas di jalur tersebut.

"Tapi pada prakteknya masih ada juga satu dua truk yang lewat. Nanti akan kita pasang lagi pengumuman dengan tegas dan diawasi," ucapnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved