Pilkada Kota Magelang 2020

Aziz-Mansyur Ingin Membawa Kota Magelang Maju, Sehat, dan Bahagia

Membawa Kota Magelang menjadi Masyarakat Maju Sehat dan Bahagia menjadi visi yang diusung oleh pasangan calon nomor urut 1

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
IST
Calon Wali Kota Magelang Tahun 2020 Nomor Urut 1, dr H Muchammad Nur Aziz SpP, memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga yang sakit di Kota Magelang. 

"Jelas dengan anggaran APBD yang sekarang itu Rp 780 Miliar. Dan itu dikurangi dengan  anggaran belanja pegawai sekitar Rp 320 Miliar. Masih ada Rp 400 Miliar. Yang dimana program Rp 30 Juta per RT itu, insya Allah akan terwujud. Karena kalau kita kalikan dengan RT-nya kan baru ada dengan RT-nya 1.026. Kira-kira Rp 30,7 Miliar. Hanya sekitar sepersepuluh dari sisa tadi," tuturnya.

Aziz juga menekankan soal pelayanan kesehatan gratis di mana setiap kelurahan diberikan satu mobil ambulans.

Pelayanan kesehatan gratis ini juga akan ia wujudkan dengan menggratiskan kelas 3 rumah sakit untuk penduduk, tanpa memandang miskin ataupun kaya.

"Pembelian ambulance gratis. Jemput sakit, antar sehat. Satu ambulan paling tidak harganya hanya Rp 200-250 juta. Itu kalikan 17 kelurahan, hanya berapa. Karena  ambulans ini penting dan sangat diperlukan bagi masyarakat, apalagi dalam musim Covid-19 seperti ini," ujarnya.

Seperti program menggratiskan kelas 3 rumah sakit untuk penduduk, Aziz mengatakan, baik masyarakat kaya atau miskin, tanpa dibeda-bedakan.

Pemerintah bertugas menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai untuk masyarakat secara merata.

"Taruhlah kita punya jumlah penduduk 130ribu. Kemudian kita anggarkan, dikalikan semisal Rp 100 ribu, kan tidak banyak. Masih. Penduduk asal masuk kelas 3, ya gratis. Meh kaya atau miskin, semua gratis. Dan itu dengan BPJS ditanggung. Kita hanya membayar preminya sudah ditanggung. Semuanya punya KIS masih bisa. Kalau tak salah KIS yang kelas III. Rp 40 ribu x 130 ribu, Baru 5,2 Miliar. Kecil, sangat kecil. Dan memberikan subsidi saja, per KK, ada 30.000 KK kita memberi Rp 200.000 atau Rp 100.000, kita masih mampu. Sekarang, tergantung Walikotanya mau bagaimana," ujarnya.

Baca juga: Siaran Langsung Inter Milan vs Real Madrid & Live Streaming SCTV Liga Champions: PREDIKSI SKOR

Baca juga: DPR RI dan Kemensos Sebut Penanganan Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Baik

Baca juga: PT LIB Berkoordinasi dengan Pihak Keamanan Terkait Lanjutan Kompetisi

Aziz mengutarakan, APBD Kota Magelang sebelum COVID-19 yang mencapai Rp 1,1 Triliun, semua warga harus dapat menikmatinya.

Tak hanya pembangunan fisik saja, anggaran harus berpihak kepada rakyat.

Ia memiliki program di mana semua harus transparan, terbuka, partisipasi dan akuntabilitas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved