Breaking News:

Berita Kesehatan

Dari Diabetes Hingga Penyakit Jantung, Inilah Efek Rendahnya Asupan Serat

Penelitian mengindikasikan, rendahnya asupan serat berkaitan dengan meningkatnya risiko mengidap penyakit jantung dan diabetes

Editor: Mona Kriesdinar
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Penelitian mengindikasikan, rendahnya asupan serat berkaitan dengan meningkatnya risiko mengidap penyakit jantung dan diabetes, bahkan di kalangan remaja.

Para ahli menganjurkan, kebiasaan mengonsumsi serat perlu ditumbuhkan sejak anak-anak dan remaja untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih besar di kemudian hari.

Seperti yang dirilis dalam Journal of Clinical Endokrinologi and Metabolism, para peneliti dari Georgia Health Science University mengamati 559 remaja berusia 14-18 tahun di Augusta, Georgia.

Baca juga: 11 Herbal atau Rempah Penurun Gula Darah untuk Obat Diabetes Secara Alami

Para remaja mengonsumsi rata-rata sekitar sepertiga dari jumlah harian serat yang direkomendasikan.

Hanya sekitar 1 persen dari remaja memenuhi asupan serat harian yang direkomendasikan dari 28 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria.

Analisa studi menunjukkan, remaja yang tidak makan cukup serat cenderung memiliki perut lebih besar dan tingkat inflamasi yang tinggi dalam darah mereka.

Kedua kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan diabetes.

Baca juga: 5 Komplikasi Diabetes yang Harus Diwaspadai : dari Ginjal, Stroke Hingga Kerusakan Mata

Meski demikian, peneliti memperingatkan, hubungan antara diet rendah serat dan risiko penyakit jantung dan diabetes pada remaja tidak membuktikan adanya hubungan sebab-akibat.

Dalam temuan tersebut, diketahui pula bahwa diet rendah serat berkaitkan dengan kadar lemak tubuh yang tinggi pada remaja wanita, tetapi tidak demikian halnya pada laki-laki.

"Pesan sederhana adalah remaja perlu makan lebih banyak buah, sayuran dan biji-bijian. Kita perlu mendorong rekomendasi untuk para remaja supaya meningkatkan asupan serat," kata Dr Norman Pollock, peneliti dan ahli biologi tulang dari Georgia Health Science University.

Baca juga: Alasan Utama Kenapa Penderita Diabetes Harus Selalu Memeriksa Bagian Kaki

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), makanan yang tergolong tinggi serat adalah gandum, sereal, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran tertentu (yang tidak terlalu matang).

Peneliti berpesan, setiap anak remaja perlu mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari hubungan dan risiko dari diet, kurang olahraga dan kegemukan.

Namun, diakui peneliti bahwa mengajak anak-anak dan remaja untuk makan lebih banyak serat akan cenderung lebih sulit.

Pasalnya, mereka cenderung lebih senang memilih makanan olahan.

Sementara efek samping dari makan lebih banyak serat dapat mengakibatkan sering buang angin, kembung dan diare. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved