Para Guru PAUD Nonformal Sleman Sambung Rasa Dengan Cabup Kustini Sri Purnomo

Kustini Sri Purnomo, dianggap Haryanti sosok yang sangat paham dengan karateristik dan kebutuhan guru PAUD di Sleman

ist
Ratusan relawan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal di Kabupaten Sleman berbagi cerita dengan calon Bupati, Kustini Sri Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ratusan relawan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal di Kabupaten Sleman berbagi cerita dengan calon Bupati, Kustini Sri Purnomo yang dibagi selama dua hari di rumah pemenangan Jaban, Tridadi, Sleman.

Diantaranya membahas kesejahteraan guru PAUD yang sudah mulai meningkat dan harapan adanya kebijakan baru bila Kustini - Danang menang Pilkada 9 Desember mendatang.

Koordinator relawan guru PAUD nonformal, Haryanti, menuturkan peran Kustini Sri Purnomo selama mendampingi Sri Purnomo menjadi Bupati banyak membantu guru PAUD. Salah satunya melalui program desa unggulan yang mana hanya ada di Kabupaten Sleman.

"Salah satunya melalui desa unggulan. Program sasarannya itu kan salah satunya PAUD nonformal juga. Tujuannya mengangkat PAUD nonformal juga," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/11/2020), melalui rilis yang diterima tribunjogja.com.

Di dalam program PAUD desa unggulan juga dibarengi dengan pemberian APE bagi lembaga PAUD. Selain itu adanya fasilitasi bagi pendidik PAUD melalui program peningkatan kapasitas berupa pelatihan dan uji kompetensi.

"Program peningkatan kapasitas pendidik PAUD baik berupa pelatihan-pelatihan dan uji kompetensi bagi pendidik PAUD yang diajukan baik dari tingkat desa sampai tingkat daerah selama ini selalu disupport oleh pak Sri Purnomo. Jadi harapan kami, ini tetap bisa dilanjutkan oleh ibu Kustini kedepannya," jelasnya.

Kustini Sri Purnomo, dianggap Haryanti sosok yang sangat paham dengan karateristik dan kebutuhan guru PAUD di Sleman.

Dengan diteruskan di tangan yang tepat dan paham kondisi lapangan, program yang dijalankan selanjutnya akan lebih meningkatkan bukan membuat hal baru yang belum jelas.

"Seperti halnya peningkatkan kompetensi pendidik PAUD. Biaya pelatihan jika mandiri kan lumayan mahal, dengan adanya fasilitas pelatihan yang selama ini dibiayai oleh pemerintah, ini sangat membantu pendidik PAUD yang sebagian besar honor mereka sangat di bawah standar," terangnya.

Program atau kebijakan lain yang tentu diapresiasi oleh guru-guru PAUD lainnya adalah peningkatan honor oleh Bupati Sleman pada 2019 dari Rp350 ribu menjadi Rp500 ribu.

Hal ini yang menjadi kesimpulan para relawan ini, bahwa ada etikad pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat Sleman dengan tidak pandang bulu.

Sementara, Kustini Sri Purnomo menyampaikan dalam 33 program strategisnya ke depan, salah satunya akan lebih mengapresiasi peran tenaga pendidik baik PNS dan Non PNS.

"Dalam program Sleman cerdas, kita akan fasilitasi beasiswa untuk guru PNS maupun non PNS. Kita juga akan berikan apresiasi kepada tenaga pendidik berdedikasi sekaligus kepada pengelola layanan pendidikan. Dan program untuk peningkatan kompetensi guru akan juga kita adakan lebih banyak," imbuh Kustini.

Dengan program yang tersistematis dan terstruktur tersebut, Kustini berharap bentuk perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan akan lebih merata.

Pendidikan harus menjadi sektor investasi besar demi melahirkan bibit unggul yang cerdas dan bisa berperan ke depan untuk Kabupaten Sleman.

"Kami menyakini tidak ada yang sia-sia jika kita berikan perhatian yang besar dalam bidang pendidikan. Dan kami ingin agar pendidikan nantinya bisa diakses dan tidak ada alasan anak di Sleman tidak sekolah karena orang tua tidak punya uang," pungkasnya. (rls)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved