Apa Itu Diabetes Kering, Berikut Penjelasannya

Kita sering kali mendengar istilah diabetes kering, di mana ini ditunjukkan dari luka yang diderita penderita Diabetes apakah cepat mengering

Editor: Rina Eviana
Shutterstock/ROOMPHOTO
Ilustrasi luka diabetes di kaki 

Tribunjogja.com - Penyakit Diabetes merupakan penyakit kronis yang bisa mengancam nyawa penderitanya.

Mengacu data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 100 juta orang dewasa di Amerika hidup dengan Prediabetes atau Diabetes Tipe 2.

Tetapi jumlah orang yang tahu mereka memiliki penyakit, yang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti kebutaan dan penyakit jantung, jauh lebih rendah.

Ilustrasi
Ilustrasi (dok.istimewa)

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memperlihatkan peningkatan angka prevalensi Diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018.

Di antara orang-orang dengan diabetes, 7,2 juta bahkan tidak tahu mereka memilikinya, dan semakin banyak orang muda didiagnosis dengan prediabetes dan Diabetes Tipe 2.

Prediabetes ditandai oleh kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal - meskipun tidak cukup tinggi untuk memenuhi syarat sebagai Diabetes.

Kondisi ini sering menyebabkan Diabetes Tipe 2 dalam waktu lima tahun jika tidak diobati melalui modifikasi pola makan dan gaya hidup.

Belum lagi, kita sering kali mendengar istilah diabetes kering, di mana ini ditunjukkan dari luka yang diderita penderita Diabetes apakah cepat mengering atau tidak.

Dalam dunia medis, tidak ada istilah Diabetes kering atau basah.

Jenis Diabetes yang dikenal dalam medis, adalah Diabetes Tipe 1, Diabetes Tipe 2, dan Diabetes Gestasional, yang biasa dialami oleh ibu hamil.

Diabetes Melitus atau Diabetes Tipe 2 adalah penyakit yang sangat terkait dengan gaya hidup, yakni pola makan, olahraga, kegemukan, dan pola tidur.

Baca juga: 4 Manfaat Kayu Manis untuk Penderita Diabetes, Mengontrol Gula Darah dan Turunkan Risiko Komplikasi

Diabetes Tipe 2, yang sering didiagnosis ketika seseorang memiliki A1C setidaknya 7 pada dua kesempatan terpisah, dapat menyebabkan masalah yang berpotensi serius, seperti neuropati, atau kerusakan saraf; masalah penglihatan; peningkatan risiko penyakit jantung; dan komplikasi diabetes lainnya. A1C seseorang adalah rata-rata kadar gula darahnya dua hingga tiga bulan.

Menurut Mayo Clinic, dokter dapat menggunakan tes lain untuk mendiagnosis Diabetes.

Sebagai contoh, mereka dapat melakukan tes glukosa darah puasa, yang merupakan tes glukosa darah yang dilakukan setelah malam puasa.

Ilustrasi
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK/Proxima Studio)
Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved