Yogyakarta

Bank Indonesia Optimis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV di DIY Naik, Terdorong Pelaksanaan Pilkada

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpW BI) DIY optimis pertumbuhan ekonomi di triwulan IV akan kembali positif.

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Kepala KPw DIY, Hilman Tisnawan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpW BI) DIY optimis pertumbuhan ekonomi di triwulan IV akan kembali positif.

Terlebih dengan adanya liburan akhir tahun, kampus yang sudah mulai buka hingga pilkada 2020.

Terkait Pilkada, Kepala KpW BI DIY, Hilman Tisnawan menjelaskan bahwa dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.  

"Kalau yang lalu, lumayan menaikan konsumsi masyarakat, nah sekarang ini pasti akan ada. Hitungan kami ini akan mempengaruhi konsumsi," ujarnya Minggu (22/11/2020).

Baca juga: Tertunda Karena Pandemi, Pemkot Yogyakarta Kembali Usulkan Penataan Kawasan Kumuh

Namun dengan ditiadakannya kampanye terbuka, maka pengaruhnya juga lebih kecil dibandingkan saat pemilihan di tahun-tahun sebelumnya yang menerapkan kampanye terbuka.

Ia menjelaskan, dengan metode kampanye terbuka, maka sektor riil juga akan bertumbuh.

"Tapi kalau tidak ada kampanye terbuka, nanti akan ada pergeseran sektor, kalau dulu terasa di sektor ril, ada belanja makanan dan sebagainya, tapi sekarang hanya bisa membuat banner, belanja kain, tukang jahit. Selain itu belanja di sektor komunikasi juga bisa naik," ujarnya.

Baca juga: Debat Publik Pilkada Klaten Diwarnai Mikrofon Mati, Begini Penjelasan KPU

Baca juga: KPU Bantul Libatkan Penyandang Disabilitas Saat Proses Sortir dan Lipat Surat Suara

Menurutnya, dengan tidak adanya kampanye terbuka maka kampanye akan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital.  

Menurutnya dengan adanya kampanye terbuka, maka akan lebih banyak efek negatifnya yang muncul dalam hal ini adalah penerapan protokol kesehatan.

Sebagaimana diketahui pemerintah saat ini membatasi kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan massa untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

"Agar ekonomi bisa sustain, maka pemangku kepentingan, masyarakat, pengusaha, birokrat, regulator harus mengutamakan kesehatan. Artinya kegiatan tidak dihentikan, tapi tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya.  (Tribunjogja/Santo Ari)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved