Breaking News:

Berita Magelang

Ini Alasan Pemkab Magelang Selektif Keluarkan Izin dan Awasi Penyelenggaraan Kegiatan

Pemkab Magelang Selektif Keluarkan Izin dan Awasi Penyelenggaraan Kegiatan.Protokol kesehatan mesti diterapkan.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Yudha Kristiawan
Tribunjogja/ Rendika Ferri K
Ilustrasi : Operasi Yustisi oleh petugas gabungan dari Polres Magelang Kota, Kodim 0705/Magelang dan Satpol PP Kota Magelang, di Alun-alun Kota Magelang, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang lebih selektif mengeluarkan izin penyelenggaraan kegiatan. Setiap kegiatan akan diawasi.

Protokol kesehatan mesti diterapkan. Hal ini untuk mengantisipasi lebih banyak lagi kasus Covid-19.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kabupaten Magelang, Sarifudin, mengatakan, pengawalan dan pengawasan terhadap kegiatan yang telah berizin perlu dilaksanakan. Protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker mutlak dilaksanakan.

"Pengawalan ketat dan operasi yustisi terkait dengan penyelenggaraan kegiatan yang sudah diizinkan.

Meskipun penyelenggara telah menerapkan protokol kesehatan, tetapi kenyataannya masih banyak pelanggaran yang dilakukan," katanya, saat Rakor Penanganan Covid-19 dan Rencana Operasi Status Siaga Merapi, di Ruang Command Center Pemkab Magelang, Kamis (19/11).

Satgas Covid dari Kabupaten, Kecamatan, dan desa dapat mengawasi kegiatan-kegiatan yang diizinkan dan memantau secara langsung penerapan protokol kesehatan di sana.

Hal ini juga sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2020 tentang penegakan protokol kesehatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 yang terbit Rabu (18/11).

"Ketika Bupati sudah memberikan izin penyelenggaraan kegiatan kemudian di situ ternyata protokol kesehatan tidak dipatuhi, terjadi kerumunan dan sebagainya, maka yang kena adalah Kepala Daerah yang telah memberikan izin.

Bahkan di situ sanksinya sampai dengan pemberhentian, karena kepala daerah tidak melakukan perintah undang-undang.

Maka izin-izin yang sudah dikeluarkan perlu kita awasi bersama," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang, Asfuri, mengatakan, pembatasan akan dilaksanakan secara ketat kunjungan kerja dan kegiatan di masyarakat seperti acara pengajian, pernikahan, dan sebagainya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat di Kabupaten Magelang yang tidak tertib dengan protokol kesehatan, bahkan tidak percaya adanya virus Covid-19.

Oleh karena itu, harus diberikan informasi secara masif kepada masyarakat dan melakukan operasi yustisi secara humanis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved