Yogyakarta

Ada Kesalahan dalam Unggahan Visi-Misi Paslon Pilkada 2020, Golkar DIY Layangkan Protes

Golkar DIY melayangkan protes akibat kesalahan teknis KPU Sleman yang mengunggah visi-misi dan program satu di antara pasangan calon di Pilkada 2020.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Jajaran DPD Golkar DIY menunjukkan draft pernyataan sikapnya, di kantor setempat, Rabu (18/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - DPD Partai Golongan Karya (Golkar) DIY melayangkan protes akibat kesalahan teknis KPU Kabupaten Sleman yang mengunggah visi-misi dan program satu di antara pasangan calon di Pilkada 2020 melalui akun media sosial twitter, Jumat (13/11/2020) silam.

Ketua Badan Hukum Advokasi dan Ham (Bakumham) DPD Golkar DIY, Listiana Lestari mengatakan, bahwa pihaknya tak ingin menyudutkan KPU.

Hanya saja, munculnya polemik itu, dikhawatirkan membuat jalannya pesta demokrasi lima tahunan ini, terkesan tidak netral.

"Karena dampak dari unggahan itu bisa menggiring suara masyarakat untuk memilih pasangan calon tertentu," tandas Listiana, di sela jumpa pers di Kantor DPD Golkar DIY, Kota Yogyakarta, Rabu (18/11/2020) sore.

Baca juga: Sosialisasikan Pilkada 2020, KPU DIY Gelar Webinar di UMY

Ia menuturkan, unggahan tersebut berpotensi mengurangi suara pasangan calon yang diusung Golkar untuk Pilkada 2020 di Sleman, yakni Sri Muslimatun-Amin Purnomo.

Sehingga, pihaknya harus mengambil sikap, dengan melaporkan insiden ini kepada Bawaslu.

"Sudah kita laporkan, Bawaslu Sleman sedang melakukan penyelidikan. Kami yakin, Bawaslu bekerja sesuai koridor hukum. Kami juga minta Bawaslu agar membuka secara transparan pada masyarakat," ujarnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa mengatakan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti kasus tersebut.

Menurutnya, pada Senin (16/11/2020) lalu, ia telah menerima laporan dari masyarakat, sehingga teregister dalam buku penanganan pelanggaran.

"Kemudian, hari ini kami memutuskan untuk menindaklanjuti laporan terkait polemik unggahan video visi-misi paslon di akun Twitter KPU Sleman," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi telah angkat suara lewat pernyataan tertulis yang diunggah melalui akun twitter resminya, @KPUSleman.

Menurutnya, peristiwa itu sama sekali tidak disengaja, serta bukan memihak pasangan calon terrentu.

Ia berujar, unggahan akun twitter @KPUSleman tersebut, dilakukan pada Jumat (13/11/2020) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Pilkada 2020: Lindungi Hak Pilih Warga Lapas, KPU DI Yogyakarta Sediakan TPS

Trapsi menerangkan bahwa materi yang diunggah di twitter itu di-upload-nya pula di akun facebook, youtube, maupun instagram milik KPU Sleman.

"Konten video yang ditayangkan di facebook, instagram dan youtube terunggah secara utuh," cetusnya.

Setelah mengetahui adanya kesalahan dalam unggahan di twitter itu, KPU Sleman pun langsung menghapusnya, pada Sabtu (14/11/20) pukul 04.25 WIB.

Dengan tujuan, agar tak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda di masyarakat, serta informasi yang kurang tepat.

"Konten video yang terunggah tidak utuh di twitter KPU Sleman tersebut, segera ditelusuri dan dikoordinasikan dengan pihak yang berkompeten di bidang teknologi informasi," ungkap Trapsi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved