Breaking News:

Yogyakarta

Soal Malioboro Semi Pedestrian, Gubernur DI Yogyakarta : Kan Masih Uji Coba

Uji coba Malioboro semi pedestrian dilangsungkan hingga 15 November mendatang, meski menuai protes dari pedagang dan pengusaha setempat.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat meninjau kesiapan perlengkapan dan personel dalam apel siaga menghadapi bencana alam, Rabu (11/11/2020) di Mako Brimob Baciro. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Uji coba Malioboro semi pedestrian masih berlangsung hingga saat ini.

Direncanakan, kebijakan tersebut dilangsungkan hingga 15 November mendatang meski menuai protes keras dari sejumlah kalangan terutama pedagang dan pengusaha di Malioboro

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan HB X saat dimintai penjelasan soal kebijakan Malioboro semi pedestrian yang mendapat kecaman keras dari kalangan pengusaha itu mengaku akan menampung semua aspirasi masyarakat terlebih dahulu. 

Kemudian, pihaknya akan berusaha merumuskan kebijakan maupun formula yang tepat bagi Malioboro.

Baca juga: Evaluasi Soal Malioboro Semi Pedestrian, Pemda DIY akan Gandeng Pemkot Yogya

Lagi pula, Sultan menyebut, Malioboro semi pedestrian masih sebatas uji coba sehingga masyarakat tidak perlu cemas akan hal itu. 

"Wong jenenge itu baru uji coba. Uji coba, ya uji coba, bukan itu permanen diterapkan," ujar Sultan usai apel siaga persiapan menghadapi bencana alam, Rabu (11/11/2020) di Mako Brimob. 

Sultan juga meminta maaf atas dampak yang ditimbulkan atas kebijakan itu yang membuat sejumlah pihak baik pedagang, pengusaha, maupun pengendara menjadi tidak nyaman. 

"Ya saya mohon maaf kalau ada yang merasa dirugikan. Kalau tidak begitu ya kan tidak bisa diuji coba," terang dia. 

Sultan menyatakan, uji coba Malioboro semi pedestrian masih bersifat fleksibel.

Artinya, pemerintah tidak akan menerapkan kebijakan itu secara kaku.

Baca juga: Sepekan Uji Coba Semi Pedestrian, Kualitas Udara di Kawasan Malioboro Membaik

Pihaknya akan tetap terbuka atas saran dan masukan berbagai pihak agar ke depan kebijakan yang diambil dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan. 

"Kalau memang tidak pas ya kita ubah, bukan berarti apa yang kita lakukan itu mesti seperti itu. Namanya uji coba, kan mencari yang paling pas seperti apa. Yang penting kalau ada yang keberatan itu disampaikan, biar nanti kita juga mengambil kebijakannya yang terbaik," pungkas Sultan. 

Sebelumnya, kalangan pengusaha di Malioboro meminta Pemda setempat untuk menyetop kebijakan Malioboro semi pedestrian.

Pasalnya, uji coba tersebut membuat pengusaha gerah karena omzet anjlok drastis hingga tinggal 20 persen. 

"Kami minta segera dihentikan, karena efeknya bagi masyarakat di Malioboro tidak ada malah justru merugikan," kata Ketua PPMAY Sadana Mulyono, Selasa (10/11/2020) di komplek Kepatihan. (TRIBUNJOGJA.COM

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved