Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Artinya
Menjalankan puasa Senin Kamis merupakan anjuran Nabi Muhammad SAW kepada umat muslim
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Menjalankan puasa Senin Kamis merupakan anjuran Nabi Muhammad SAW kepada umat Muslim.
Puasa Senin Kamis adalah puasa yang kerap diamalkan oleh Nabi Muhammad SAW selain puasa wajib Ramadhan.
Puasa ini bersifat sunah, apabila dikerjakan maka akan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan juga tidak berdosa.
Hari Senin dan Kamis adalah hari amal-amal akan diperlihatkan.
Banyak nilai dan hikmah yang terkandung dalam puasa sunah Senin Kamis
Dalam Buku Pintar Panduan lengkap Ibadah Muslimah karya Muhammad Syukron Maksum dijelaskan, bahwa nilai-nilai yang terkandung dari puasa sunnah Senin Kamis sangat banyak, di antaranya sebagai berikut
Hari Kelahiran Rasulullah SAW, Penetapan Kenabian dan Diturunkannya Al-Quran
Hari Senin merupakan hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW.
Selain itu, pada hari Senin pula, Rasulullah menerima waktu untuk pertama kalinya yang disampaikan oleh malaikat Jibril
Hal ini berdasar penuturan Abu Qatadah ra, Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa pada hari Senin, lalu beliau bersabda.
"Itu adalah hari yang saya dilahirkan, di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan al-Qur'an." (HR. Muslim).
Berikut ini niat puasa hari Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Arab latin: “Nawaitu sauma yaumal itsnaii sunnatan lillahi tana'ala”
Artinya: “Aku berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.”
Berikut ini niat puasa hari Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta'ala.
Manfaat puasa hari Senin dan Kamis
Rasulullah menuturkan beberapa manfaat yang dapat dipetik dari puasa ini, di antaranya:
- Hari Kelahiran Rasulullah, Penetapan Kenabian dan Diturunkannya Al Qur’an
Ternyata, Rasulullah SAW. manusia paling agung yang menjadi suri tauladan dalam hidup ini berulang tahun.
Tepatnya dilahirkan pada hari Senin.
Selain itu, beliau menerima wahyu pertama kali yang disampaikan oleh Jibril yang membawa risalah kenabian, juga pada hari Senin.
Hal ini berdasarkan penuturan Abu Qatadah ra.
Bahwasanya Rasulullah SAW. ditanya tentang berpuasa pada hari Senin.
Lalu beliau SAW. bersabda: “Itu adalah hari yang saya dilahirkan di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan Al-Qur’an.” (HR.Muslim).
- Hari Pemeriksaan Amal
Ketika masih di dunia, pemeriksaan catatan amal sehari-hari diperiksa secara berkala.
Ternyata pemeriksaan amal itu dilakukan pada hari Senin dan Kamis.
Maka jika pemeriksaan amal itu terjadi saat kita sedang berpuasa, semoga nilai keurukan dari amal kita berkurang dan nilai amal kebaikannya bertambah.
Dalam sebuah Riwayat disebutkan, Rasulullah SAW. bersabda: ”Amal perbuatan itu diperiksa tiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya berpuasa.” (HR. Turmudzi).
- Berharap Ampunan Allah swt.
Mengapa Rasulullah SAW. memberi perhatian khusus pada puasa Senin-Kamis sedemikian rupa, hingga tak pernah melewatkannya?
Hal itulah kemudian, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. membuat pada sahabat bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan hari Senin dan Kamis.
Saat mereka bertanya pada beliau apa sebabnya, maka sabdanya: “Sesungguhnya amal-amal itu dipersembahkan pada tiap Senin dan Kamis, maka Allah berkenan mengampuni setiap muslim atau setiap mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan."
Maka firman-Nya: “Tangguhkanlah keduanya” (HR. Ahmad).
Meski demikian, ada satu amal keburukan yang tak diberi toleransi oleh Allah bagi pelakunya, yakni bermusuhan dengan sesamanya.
Maka hal ini patut kita camkan untuk senantiasa guyub, rukun dengan rekan, saudara, kolega, dan orang-orang di sekeliling kita, jika tak ingin tak mendapatkan dispensasi dari Allah swt. (Tribunnews.com/Suci Bangun DS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bacaan-niat-puasa-senin-kamis-nabi-muhammad-saw.jpg)