Sport

Pelatnas Panahan Indonesia Mulai Jalani Training Center di Yogyakarta

Alasan dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi TC yakni lantaran wilayah tersebut dinilai lebih aman dari penularan Covid-19.

Tayang:
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Atlet Pelatnas panahan Indonesia saat menjalani latihan di di Lapangan Panbol, Sewon, Bantul, Selasa (10/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pelatnas panahan Indonesia mulai menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) di Yogyakarta guna mempersiapkan diri berlaga di Olimpiade Tokyo, 2021 mendatang.

Sekadar informasi, sebelumnya Pelatnas panahan sudah dimulai sejak Agustus 2020 lalu di Lapangan Panahan Komplek Gelora Bung Karno.

Ada delapan atlet yang ikut dalam Pelatnas, yakni Hendra Purnama, Arief Dwi Pangestu, Muhammad Hanif Wijaya.

Kemudian Ryan Rafi Adiputro, Titik Kusumawardani, Linda Lestari, Rezza Octavia, dan Dela Berliana.

Baca juga: Jelang Latihan Bersama, Atlet dan Pelatih Puslatda PON XX DIY Jalani Rapid Test dan Tes Kesehatan

"Ini merupakan salah satu program yang sudah dicanangkan sebelumnya yakni try in (uji tanding) ke Jogja, selama sekitar dua minggu. Selama di sini, kami agendakan latihan bersama dengan atlet-atlet di daerah, kemudian menjalani uji tanding dengan atlet-atlet PON DIY, dan atlet dari kabupaten/ kota," ujar manajer timnas panahan Indonesia Izzu Farhan Fajri ditemui disela sesi latihan di Lapangan Panbol, Sewon, Bantul, Selasa (10/11/2020).

Dijelaskan Izzu, alasan dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi TC yakni lantaran wilayah tersebut dinilai lebih aman dari penularan Covid-19.

Di samping itu, Izzu mengaku harus memaksimalkan latihan di tengah absennya berbagai kejuaraan akibat pandemi COVID-19, apalagi waktu sekira setahun menuju Olimpiade Tokyo akan terasa cepat.

"Pertama karena kondisi pandemi, tentunya kita harus melihat situasi daerah mana yang kira-kira relatif aman. Sekira bulan Juni 2020 kami melihat bahwa Jogja salah satu daerah yang tingkat penularan pandeminya cukup rendah, terbukti sampai sekarang relatif lebih baik. Artinya lebih nyaman untuk para atlet berlatih disini sekaligus untuk meningkatkan pengalaman uji tanding," jelasnya.

Lebih lanjut Izzu mengatakan, selama berada di Yogyakarta, Pelatnas panahan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baik ketika dari hotel, ketika perjalanan ke tempat latihan, maupun setibanya di lokasi latihan.

Baca juga: Torehkan Segudang Prestasi di Usia Muda, Alif Rakhan Bercita-cita Gabung Timnas Panahan

"Kita sebisa mungkin tidak berhubungan dengan pihak eksternal. Misal ada latihan bareng dan uji tanding, yang mengikuti kegiatan itu harus rapid test dulu. Posisi pertandingan jarak kita jaga agar tidak terlalu rapat, ya lebih renggang dari biasanya," jelas Izzu.

Sementara itu, pelatih Pelatnas panahan Indonesia, Budi Widayanto berharap dengan TC yang digelar di Yogyakarta ini bisa memberikan dampak yang positif bagi para atlet.

"Ini semacam evaluasi setelah latihan di Jakarta, di sana (Jakarta) atlet tentunya cukup jenuh juga sih. Di samping PSBB, kemudian sering adanya demo, jadi latihannya agak terganggu. Kemudian satu hal lagi, anak-anak juga stress karena ketika di Jakarta, sepulang latihan mereka langsung kembali ke kamar," ujar Budi.

"Tapi di sini (Yogyakarta) suasana lebih nyaman, kemudian ada lawan sparing. Mudah-mudahan dengan latihan di sini psikologis anak-anak lebih bagus lah," tambahnya.

Lebih lanjut ia berharap, kehadiran atlet Pelatnas ini dapat memberikan motivasi bagi atlet-atlet panahan di Yogyakarta.

"Sebab puncak dari pembinaan atlet di daerah itu ada di sini (Pelatnas). Harapannya, kesempatan langka ini jadi pengalaman berharga karena atlet-atlet daerah bisa belajar bareng atlet Pelatnas," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved