Breaking News:

Wali Kota Sigit Paparkan 7 Inovasi Unggulan Kota Magelang di IGA Award 2020

Wali Kota memaparkan inovasi unggulannya demi mewujudkan cita-cita "Singapura-nya Jawa Tengah".

DOK. Humas Pemkot Magelang
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito memaparkan inovasi Kota Magelang di hadapan tim penilai di Command Center Kota Magelang, Kamis (5/11/2020). 

IGA merupakan upaya untuk merangsang pemerintah daerah agar terus berinovasi dengan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerahnya.

“IGA ini diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, yakni melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan peran serta masyarakat, terakhir dengan apa yang disebut peningkatan daya saing daerah,” ujarnya.

 Tito mengatakan itu dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Jenderal Kemendagri Muhammad Hudori, Rabu (4/11/2020).

Dia mengatakan, inovasi tak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga budaya. Dalam dunia yang penuh risiko, dinamis, dan kompetitif, harus mengembangkan cara-cara dan nilai-nilai baru terlebih dalam situasi pandemi.

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia ini juga meminta agar pemerintah daerah tidak sampai terjebak dalam rutinitas yang monoton.

“Saya kira ini yang sering disampaikan oleh Bapak Presiden dalam berbagai kesempatan acara-acara penting,” ujarnya.

Perlu diketahui, lima kategori pemenang dalam IGA 2020 adalah Provinsi Sangat Inovatif, Kabupaten Sangat Inovatif, Kota Sangat Inovatif, Daerah Tertinggal Sangat Inovatif, dan Daerah Perbatasan Sangat Inovatif.

Dari lima kategori itu, sebanyak 38 daerah yang berhasil lolos ke tahapan presentasi. Rinciannya, 7 provinsi, 12 kabupaten, 12 kota, 3 daerah tertinggal, dan 4 daerah perbatasan.

Tahapan presentasi ini akan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu-Kamis, 4-5 November 2020 secara virtual.

Daerah yang masuk nominasi telah melalui dua tahapan sebelumnya, yakni penjaringan inovasi dan penilaian indeks inovasi.

Usai mendengar paparan, sebenarnya dilakukan tahapan verifikasi lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang lebih akurat dan kuat. Namun, karena merebaknya pandemi sehingga tahapan verifikasi lapangan ditiadakan.

Penulis: Inang Jalaludin Shofihara
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved