Breaking News:

Berita Kesehatan

Perbedaan Obat Pereda Nyeri Aspirin vs Ibuprofen Serta Efek Sampingnya

Aspirin dan ibuprofen keduanya merupakan obat antiinflamasi nonsteroid yang sangat umum digunakan untuk mengobati rasa sakit

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
net
ilustrasi 

Baik aspirin dan ibuprofen cocok untuk mengobati nyeri dan peradangan dalam jangka pendek, selama beberapa hari. Keduanya tidak boleh digunakan dalam jangka panjang - secara konsisten selama beberapa minggu atau lebih - kecuali jika direkomendasikan oleh dokter Anda.

Mikhael mengatakan untuk beberapa kondisi nyeri kronis, ibuprofen dapat diminum dalam jangka panjang. Ibuprofen lebih cocok daripada aspirin untuk penggunaan jangka panjang dalam situasi seperti ini.

Secara keseluruhan, Mikhael mengatakan keduanya dapat digunakan untuk mengatasi masalah yang sama, termasuk:

- Nyeri yang disebabkan oleh peradangan (seperti karena cedera atau penyakit)
- Sakit kepala
- Kram menstruasi
- Radang sendi
- Demam

Salah satu perbedaannya, adalah aspirin dapat digunakan dalam jangka panjang untuk mencegah serangan jantung dan stroke, kata Mikhael. Namun, ini hanya jika aspirin dikonsumsi dengan dosis yang jauh lebih rendah yaitu 81 miligram. Ini biasanya disebut sebagai aspirin bayi.

Dokter Anda mungkin menyarankan agar Anda minum aspirin bayi setiap hari jika Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung atau stroke, seperti jika Anda memiliki tekanan darah sangat tinggi atau pernah mengalami serangan jantung sebelumnya.

Efek samping aspirin dan ibuprofen

Seperti kebanyakan obat, aspirin dan ibuprofen sama-sama memiliki risiko efek samping, termasuk efek samping yang serius. Beberapa potensi efek samping termasuk:

- Sakit perut
- Gangguan pencernaan atau mulas
- Mual
 -Sembelit
- Diare
- Sakit kepala

Paling umum, Mikhael mengatakan seseorang akan mengalami efek samping sakit perut atau mulas, terutama jika mereka minum obat saat perut kosong. Ini adalah indikasi bahwa Anda mungkin menderita gastritis atau radang selaput perut. Aspirin lebih mungkin menyebabkan efek samping gastrointestinal daripada ibuprofen.

Mengonsumsi aspirin atau ibuprofen dosis tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping yang serius seperti tukak lambung (bisul di perut atau usus kecil) atau gagal ginjal, kata Mikhael.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved