Breaking News:

Strategi Murah Ketahanan Digital untuk Industri Sangat Kecil di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Menghadapi krisis Covid-19 saat ini, salah satu cara untuk mempertahankan industri sangat kecil yaitu dengan mengoptimalkan pemasaran online

Istimewa
Ilustrasi 

SITUASI pandemi Covid-19 secara global memicu penurunan aktivitas perdagangan dan penjualan, baik dari tingkat rumahan maupun internasional. Beberapa yang sudah menggunakan pemasaran digital ada yang bisa bertahan adapula yang sangat terdampak negatif. Air Bed and Breakfirst (AirBnB), pengelola penginapan terlahir di Amerika Serikat yang mengglobal dan mengejutkan dunia perhotelan karena mengubah tatanan menginap serta dianggap sebagai ancaman bagi hotel konvensional, misalnya.

Setelah munculnya pandemi Covid-19, AirBnB yang dianggap sebagai pengganggu arah dunia perhotelan ini bahkan ikut terganggu bisnisnya. Karena kehilangan 80% pemasukannya dari penginapan akibat pembatasan sosial untuk mencegah penularan Covid-19, manajemen AirBnB kemudian mengubah jenis atau tepatnya memperbanyak jenis produk yang dijual, menjadi seperti acara online yang berfokus pada memasak, meditasi, terapi seni, sulap, penulisan lagu, tur virtual, dan banyak aktivitas lainnya.

Bila melihat kasus di Indonesia, supermarket besar seperti Matahari langsung bergerak memperbagus laman online yang selama ini lebih untuk pencitraan, kini dipakai sebagai tempat penjualan online produk-produk Matahari. Sementara Hypermart dan Supermarket Goro Assalam di Surakarta, juga bergabung dengan Grabmart untuk mendongkrak pemasaran produk mereka. Bahkan Supermarket Goro Assalam, juga membuka layanan pembelian online lewat whatsapp bagi pelanggan.

Penjualan produk dari industri atau usaha besar terdampak pandemi, begitu pula usaha kecil dan sangat kecil. Termasuk Mitra kami dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi yang didanai Dirjen Dikti, Kemendikbud RI, yaitu Komunitas pengrajin tali macrame/tali kur bernama Amor Ethnic. Amor Ethnic merupakan wadah bagi difabel pengrajin makrame bersama para pengurus Amor Ethnic di Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Amor Ethnic ini tidak menerima order selama 4 bulan, Mei-Agustus, ketika pemerintah meminta masyarakat di rumah saja. Tidak adanya order ini salah satunya karena selama ini penjualan produk mereka lebih fokus pada pembeli lokal di Kabupaten Sukoharjo dan sekitarnya. Bersama Tim PKMT kami, Amor Ethnic menerapkan pemasaran digital dan dalam dua bulan pembeli berdatangan secara online dari berbagai kota di luar Sukoharjo, seperti Yogyakarta, Klaten, Depok, dan Cirebon.

Pentingnya Ketahanan Digital

Resiliensi/ketahanan digital secara bebas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan dari kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan, bahkan merubah kondisi yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi dengan menggunakan teknologi digital.

Menghadapi krisis Covid-19 saat ini, salah satu cara untuk mempertahankan industri sangat kecil yaitu dengan mengoptimalkan pemasaran online melalui media sosial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa media sosial efektif untuk pemasaran online, bahkan sejak sebelum pandemi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari 63 juta orang dan 95 persennya mengakses media sosial. Saat ini situasi bekerja, sekolah, dan kuliah dari rumah telah meningkatkan waktu masyarakat menggunakan internet, termasuk mengakses media sosial. Kebiasaan belanja di toko yang bergeser menjadi pesan online dan diantar hingga ke rumah pun meningkat. Oleh karena itu pemasaran online menjadi peluang besar meningkatkan omset penjualan, termasuk bagi industri sangat kecil.

Strategi Ketahanan Digital yang Murah

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved