Penanganan Covid

Meski Siap Belajar Tatap Muka, Disdik Sleman Masih Pertimbangkan Perkembangan Penularan Covid-19

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman masih melarang sekolah melakukan pembelajaran tatap muka.

dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman masih melarang sekolah melakukan pembelajaran tatap muka.

Hal itu disampiakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana.

Ia mengatakan untuk pembelajaran tatap muka, pihaknya mengacu pada perkembangan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Sleman.

Terlebih saat ini masih dalam masa tanggap darurat COVID-19.

"Untuk tatap muka, kami tetap melihat perkembangan kasus. Jika Gubernur DIY dan Bupati Sleman sudah mengizinkan ya bisa dilakukan pembelajaran tatap muka, tidak perlu menunggu 2021," katanya, Rabu (04/11/2020).

Baca juga: Manajer PSIM Yogyakarta Minta Penyesuaian dan Pemberian Subsidi Jadi Perhatian

Baca juga: Perlu Embung Untuk Cegah Banjir di Sekitar Kawasan Yogyakarta International Airport

Hingga saat ini, belum ada sekolah baik tingkat SD maupun SMP yang mengajukan permohonan izin pembelajaran tatap muka.

"Karena memang sejak awal kami sampaikan bahwa pembelajaran masih jarak jauh atau daring. Supaya tidak ada penularan COVID-19 di sektor pendidikan, mengingat potensi penyebaran masih tinggi," sambungnya.

Ery mengungkapkan, pada dasarnya seluruh sekolah di Kabupaten Sleman sudah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Sebab seluruh sekolah sudah diminta untuk menyiapkan protokol pencegahan COVID-19.

Pengawas sekolah juga sudah diminta untuk selalu mengawasi sekolah dalam mempersiapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Terdampak Pandemi, 10 Calon Transmigran Asal Kota Yogya Gagal Berangkat Tahun Ini

Baca juga: Aktivitas Merapi Terus Naik, BPPTKG : Kami Transparan dengan Semua Data

"Sejak awal sekolah sudah diminta untuk menyiapkan SOP. Sekolah sudah siap jika diterapkan pembelajaran tatap muka, tetapi kami masih menunggu instruksi," ungkapnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan skema jika pembelajaran tatap muka di Sleman kembali dilakukan.

Sudah ada ada beberapa sekolah yang akan dijadikan sampel pembelajaran tatap muka.

"Jadi kami ambil sampel sekolah yang benar-benar siap, nanti akan dilakukan evaluasi. Kami lihat dulu bagaimana pembelajarannya, setelah matang kemudian bisa dilanjutkan dengan sskolaj lain secara bertahap," tambahnya. (maw)

Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. Tribunjogja.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu 3M:

- Wajib Memakai masker
- Wajib Menjaga jarak dan menghindari kerumunan
- Wajib Mencuci tangan dengan sabun

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved