8 Cara Mengatasi Migrain Tanpa Harus Menenggak Obat

Berikut delapan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi migrain kronis tanpa harus menenggak obat-obatan:

Editor: Rina Eviana
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi migrain 

Tribunjogja.com - Migrain merupakan satu di antara penyakit yang sering dialami. Mirip sakit kepala, migrain sering datang tiba-tiba.

Namun, jika dibandingkan dengan sakit kepala lainnya, migrain adalah jenis sakit kepala yang menyebabkan sensasi berdenyut intens dan biasanya terjadi di satu area kepala.

Selain itu, bisa juga disertai mual, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya atau suara. Secara umum, sakit kepala migrain sangat menyakitkan dan dapat mengganggu keseharian.

Apalagi, migrain selalu datang tiba-tiba tanpa peringatan, atau didorong oleh pemicu tertentu yang diketahui.

ilustrasi
ilustrasi (medicalnewstoday.com)

Penderita migrain kronis tentu mengetahui hal ini dengan sangat baik - rasa sakit yang melemahkan dan selalu menyerang Anda pada waktu yang salah.

Akhirnya, pereda nyeri seperti ibuprofen seringkali menjadi ‘senjata ampuh’ untuk melawan migrain.

Melansir Health Cleveland Clinic, spesialis pengobatan integratif Melissa Young, MD mengatakan, pendekatan pengobatan fungsional integratif harus dimulai dari dasar.

"Kami perlu menilai pola makan, tingkat nutrisi, kebiasaan tidur, hidrasi, dan stres, yang semuanya merupakan pemicu umum migrain dan sakit kepala," ujarnya. Kabar baiknya, untuk mengatasi migraine taks elalu harus dengan obat.

Berikut delapan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi migrain kronis tanpa harus menenggak obat-obatan:

1. Sering makan

Ilustrasi
Ilustrasi (shutterstock)

Makan dalam porsi kecil dan sering membuat gula darah Anda stabil dan membantu mengendalikan migrain.

Cobalah mengikuti pola makan yang sebagian besar berasal dari Mediterania - tinggi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, protein tanpa lemak, seperti ayam kampung, dan lemak sehat, seperti salmon, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta minyak zaitun. Diet Mediterania telah terbukti mengurangi risiko stroke, serangan jantung, dan kematian terkait masalah jantung sebesar 30%.

2. Penuhi kebutuhan nutrisi

Dokter Anda juga harus memeriksa kekurangan nutrisi. “Tampaknya ada hubungan antara produksi energi mitokondria di sel tubuh Anda dan migrain,” kata Dr. Young.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved