Akhir Cerita Pengeroyokan Tentara oleh Pengendara Moge, Penjelasan Puspen TNI

Pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2020 sekira pukul 17. 30 di Jalan DR Hamka Kota Bukit Tinggi telah terjadi kesalahpahaman antara dua orang prajuri

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Puspen TNI
Kasus pengeroyokan dua anggota TNI di Bukittinggi, Sumatera Barat oleh pengendara motor gede (moge) berakhir di Polres Bukittinggi. 

Lantas siapakah Djamari Chaniago, pensiunan jenderal yang disebut-sebut dalam kasus tersebut.

Djamari disebut-sebut adalah salah satu petinggi HOG di Indonesia.

Di kalangan militer di zamannya, Djamari cukup dikenal.

Ia merupakan pensiunan jenderal bintang tiga dengan jabatan terakhir yang cukup tinggi yaitu kepala staf umum.

Lulusan Akademi Militer 1971 ini sebelumnya juga menduduki jabatan strategis seperti Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dan Pangdam Siliwangi.
Selain menangkap dua pengendara motor gede alias moge, Polres Bukittinggi juga menahan belasan motor Harley Davidson.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawinegara mengatakan, ada 13 kendaraan yang ikut diamankan di Polres Bukittinggi.

"Kendaraan sudah diamankan. Kita cek surat-suratnya seperti STNK kendaraannya. Kalau lengkap, bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, bisa keluar secara bertahap," katanya, Sabtu (31/10/2020). (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved