Breaking News:

Sleman

700 Permohonan Per Hari, Disdukcapil Sleman Benahi Sistem Layanan Daring

Kebanyakan warga Sleman masih mengandalkan layanan luring dengan datang ke kantor Disdukcapil, daripada mengakses layanan daring.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sleman bakal memperbaiki sistem layanan daring.

Di tengah pandemi COVID-19 ini, pelayanan daring memang tengah digencarkan.

Tujuannya adalah menghindari kerumunan yang berpotensi menularkan COVID-19.

Kepala Disdukcapil, Jazim Sumirat mengatakan kebanyakan warga Sleman masih mengandalkan layanan luring dengan datang ke kantor Disdukcapil, daripada mengakses layanan daring.

Baca juga: Pemkab Sleman Berikan Bantuan Sosial Tunai Pada Pekerja yang di-PHK

Dari 700an pemohon per hari, sebanyak 500 pemohon lebih memiih datang ke kantor Disdukcapil, sedangkan 200 lainnya memanfaatkan layanan daring.

"Kami memang belum menerapkan aplikasi untuk layanan daring. Selama ini pelayanan menggunakan WhatsApp. Banyak sekali pesan dari masyarakat. Namun sayangnya pesan tersebut lebih banyak ke arah konsultasi,"katanya, Kamis (29/10/2020).

Dengan banyaknya pesan masyarakat yang ingin konsultasi, secara tidak langsung memperlambat proses verifikasi.

Pihaknya juga kesulitan dalam mempolakan antrian layanan.

Untuk itu, perlu ada perbaikan sistem, agar masyarakat bisa mengakses layanan daring lebih mudah. 

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved