Breaking News:

Kronologi Dua Santri di Lombok Terseret Banjir, Berawal Ingin Selamatkan Teman, Tapi Malah Tewas

Kronologi Dua Santri di Lombok Terseret Banjir, Berawal Ingin Selamatkan Teman, Tapi Malah Tewas

Dok Humas SAR Mataram
Pencarian dua santri yang hanyut terseret arus Air Terjun Tibu Atas, Lombok Barat, NTB. 

 TRIBUNJOGJA.COM, MATARAM - Tragis dialami dua orang santri Pondok Pesantren Attamimy Lombok Tengah.

Bermaksud menolong rekannya yang terseret banjir air bah, santri bernama Lalu Iman Baihaqi (18) dan Samsul Irawan (17) hilang di aliran Air Terjun Tibu Atas, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, NTB pada Selasa (27/10/2020).

Lalu Iman Baihaqi akhirnya ditemukan tewas sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Sementara Syamsul Irawan hingga saat ini masih belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Nanang Sigit PH mengatakan, kejadian ini berawal pada saat rombongan santri berjumlah 33 orang, berwisata ke Air Terjun Tibu Atas.

Baca juga: Viral Medsos Pria Tanpa Busana di Magelang Diberi Pakaian, Ini Kisah Sebenarnya

Baca juga: HARI SUMPAH PEMUDA: Sejarah, Tokoh Penting, Isi Teks Rumusan Kongres Pemuda II, Makna, Ucapan & Logo

 

 

Dari 33 orang anggota rombongan, dua orang di antaranya berenang di aliran sungai air terjun.

Tiba-tiba debit air terjun semakin besar dan menghanyutkan kedua santri.

Tiga temannya yang melihat kejadian tersebut hendak memberikan pertolongan.

Namun, dua dari ketiga santri yang hendak menolong, justru hilang terbawa derasnya arus air terjun.

Kedua korban yakni Lalu Imam Baihaqi dan Samsul Irawan.

Halaman
12
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved