Breaking News:

Sempat Terabaikan, Kini Balai Pintar Pengkol Jadi Panutan Perpusdes di Gunungkidul

Warna-warni ceria langsung menyambut mata ketika Tribun Jogja melangkahkan kaki ke teras depan Perpustakaan

Tribunjogja/ Alexander Ermando
Sejumlah pengelola Perpusdes Pengkol setelah melaksanakan rapat pada Senin (26/10/2020). Berkat kerja keras mereka, baru-baru ini Perpusdes Pengkol berhasil meraih juara 3 tingkat nasional. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Warna-warni ceria langsung menyambut mata ketika Tribun Jogja melangkahkan kaki ke teras depan Perpustakaan "Balai Pintar" di Kalurahan Pengkol, Nglipar, Gunungkidul. Tampak gazebo kayu yang bisa digunakan bersantai, berlatar perbukitan hijau nan sejuk.

Sementara di bagian dalam, rak-rak penuh buku sudah terlihat. Seakan meminta untuk diambil dan dibaca. Suasananya yang tenang pun semakin mendukung untuk larut dalam bacaan.

Padahal, sebelumnya Perpustakaan Desa (Perpusdes) Pengkol tersebut sempat terabaikan.

Suasana pelataran Perpusdes Pengkol yang sejuk dengan gazebo kayu, berlatar pemandangan perbukitan
Suasana pelataran Perpusdes Pengkol yang sejuk dengan gazebo kayu, berlatar pemandangan perbukitan (Tribunjogja/ Alexander Ermando)

Bahkan terkesan tidak layak.

"Dulu itu bukunya sedikit dan berserakan, sampai banyak sawangnya," ungkap Dewi Rahayu, salah satu pengelola Balai Pintar.

Perpusdes tersebut sebenarnya berdiri sejak 2014.

Namun Dewi menyebut aktivitasnya sempat vakum lantaran pengelolanya tidak memiliki latar belakang di bidang kepustakaan.

Baca juga: Pulang ke Makassar, Penggawa PSIM Yogyakarta Manfaatkan Libur Bersama Keluarga

Baca juga: Gelar Operasi Zebra Progo 2020, Berikut Hal-hal yang Jadi Perhatian Polda DIY

Baca juga: Bappeda Kulon Progo Gelar Rakor Pengendalian Pembangunan pada Triwulan III untuk Tingkatkan Kinerja

Napas kehidupan baru datang lagi di tahun 2017. Saat itu, ia bersama pengelola lain mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Gunungkidul.

Keinginan untuk menghidupkan kembali perpustakaan itu pun muncul.

Secara swadaya, mereka berupaya terus menambah koleksi buku.

Saat 2015, hanya ada sekitar 500-600 judul, namun kini Perpusdes Pengkol sudah memiliki lebih dari 5 ribu judul buku.

"Kami pun perbanyak kegiatan yang bisa melibatkan masyarakat, agar mereka tertarik datang ke perpustakaan," jelas Dewi.

Upaya keras mereka membuahkan hasil. Belum lama ini, Balai Pintar berhasil meraih juara 3 tingkat nasional mewakili DIY.

Baca juga: Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu di Riau, Sanksi Tegas hingga Ancaman Hukuman Mati Siap Menanti

Baca juga: Kasus Penelantaran Anak di Sleman Meningkat

Baca juga: Gojek Konsisten Mendorong Penerapan Protokol Kesehatan melalui J3K

Ia bersama 12 anggota pengelola lain pun tak menyangka bisa mendapatkan prestasi setinggi itu.

Dewi pun mengingat betapa sulitnya dulu menarik warga agar mau datang ke perpustakaan.

Awalnya, hanya ada 3-4 orang yang datang mengikuti kegiatan.

Namun saat ini jumlah pesertanya sudah mencapai 40 orang, yang sebagian besar anak-anak.

"Kami pun rutin berkeliling tiap bulan ke 10 pedukuhan di Pengkol, di mana tiap pedukuhan ada Pojok Baca," katanya.

Pasca mendapat prestasi tersebut, Dewi mengaku pengelola perpustakaan lain di Gunungkidul langsung menghubunginya.

Mereka menyatakan tertarik untuk belajar menerapkan model serupa dengan Balai Pintar.

Bisa dikatakan, Perpusdes Pengkol jadi panutan dan percontohan bagi perpustakaan lain untuk berinovasi dalam mengembangkan minat baca.

Namun Dewi bersama rekan-rekannya tak ingin berpuas diri dengan hal itu.

Baca juga: Satu Unit Drump Truk Terguling di Sungai Progo Akibat Banjir Setelah Hujan Deras

Baca juga: Dapat Lampu Hijau dari Pemkot Yogya, Bioskop di Kota Yogyakarta Bisa Beroperasi Kembali

Baca juga: Wakili DI Yogyakarta, Perpustakaan Desa Pengkol Nglipar Gunungkidul Sabet Juara 3 Nasional

"Intinya kami masih sama-sama belajar, untuk bisa saling mengembangkan satu sama lain," ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Gunungkidul, Ali Ridlo menganggap prestasi yang didapat Perpusdes Pengkol sebanding dengan kerja keras yang dilakukan.

Sebab, selama proses penilaian dilakukan, timnya ke sana kemari mencarikan donasi buku untuk perpustakaan tersebut. Selain inovasi, syarat lain dalam lomba tersebut adalah jumlah buku yang minimal sebanyak 5 ribu judul.

"Saya sendiri ikut mendonasikan sebanyak 50 buku dari rumah, termasuk berkoordinasi dengan berbagai instansi," kata Ali.

Rak-rak yang penuh berisi koleksi buku dalam ruangan Perpusdes Pengkol, lengkap dengan kata-kata motivasi meningkatkan minat baca.
Rak-rak yang penuh berisi koleksi buku dalam ruangan Perpusdes Pengkol, lengkap dengan kata-kata motivasi meningkatkan minat baca. (Tribunjogja/ Alexander Ermando)

Seperti Dewi, ia tak menyangka Balai Pintar bisa meraih prestasi tersebut. Sebab Kalurahan Pengkol sendiri tergolong desa kecil. Perpusdes itu pun saat ini sudah mendapat akreditasi A Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

Ali berharap dana pembinaan yang didapat dari lomba tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, ia ingin ada perpusdes lain dari Gunungkidul yang bisa meneruskan prestasi Balai Pintar.

"Perpusdes Pengkol ini sudah bisa jadi benchmark (tolak ukur) bagi perpusdes lainnya di Gunungkidul," katanya.(alx)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved