Refleksi 10 Tahun Merapi, Upaya Membumikan Mitigasi dan Sadar Bencana

Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono resmi membuka acara peringatan Refleksi 10 Tahun Erupsi Merapi

Editor: Mona Kriesdinar
dok.istimewa
Foto kondisi Gunung Merapi pada 1 Oktober 2020 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono secara resmi membuka kegiatan peringatan Refleksi 10 Tahun Erupsi Merapi yang digelar secara daring pada Senin (26/10/2020).

Dalam sambutannya, Eko mengatakan bahwa acara ini memiliki peranan penting dalam upaya membumikan kesadaran bencana dan merawat ingatan akan pentingnya mitigasi kebencanaan khususnya bencana erupsi merapi.

Bagaimana pun erupsi besar Gunung Merapi pada tahun 2010 silam, telah memberikan banyak pelajaran penting mengenai potensi bencana yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

Antara lain pembelajaran manajemen kebencanaan, pembelajaran mitigasi kebencanaan, dan juga penyadaran akan potensi-potensi kebencanaan geologi yang secara umum terdapat di Indonesia.

Baca juga: Kisah Tujuh Petugas Naik Puncak Gunung Merapi Sebelum Meletus Dahsyat 2010

Sebagaimana diketahui, Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng tektonik sehingga mempunyai berbagai potensi kebencanaan geologi. Tatanan tektonik seperti ini, menyebabkan Indonesia menjadi wilayah yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam, namun juga memiliki potensi bernbagai bencana, seperti bencana gunung api, gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami.

Pemerintah melalui Badan Geologi pun menyelenggarakan penelitian, penyelidikan, dan pelayanan di bidang sumber daya geologi, air tanah, dan geologi lingkungan, survei geologi, serta vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

Baca juga: Cerita Menegangkan di Belakang Sirine Peringatan Letusan Gunung Merapi

Mitigasi bencana geologi ini bertujuan memberikan rasa aman masyarakat. Mitigasi dilakukan dengan melalui berbagai upaya mulai dari sebelum bencana seperti penyelidikan, penelitian, dan pemetaan potensi bahaya dan ditindaklanjuti dengan pemantauan untuk dapat memberikan peringatan dini sehingga semua pihak dapat melakukan kesiapsiagaan guna mengurangi atau meniadakan dampak yang ditimbulkan akibat bencana geologi.

Selain melalui berbagai penelitian dan kajian ilmiah, mitigasi bencana juga dilakukan seperti halnya melalui kegiatan Refleksi 10 Tahun Erupsi Merapi ini.

"Ini menjadi momentum penyadaran kolektif bagi para pihak penanggulangan bencana sekaligus ujian ketangguhan bencana bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Kawasan Rawan Bencana," katanya. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved