Breaking News:

Omzet Anjlok Terdampak Pandemi Covid-19, Pelaku UMKM di Modinan Sleman Ajak DWS Cari Solusi

DWS menerima beberapa keluhan dan harapan dari masyarakat saat mengunjungi beberapa titik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Modinan

Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Calon Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), menerima beberapa keluhan dan harapan dari masyarakat saat mengunjungi beberapa titik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (26/1/20200). 

Menanggapi hal itu, DWS menyampaikan rasa optimismenya kepada para pelaku UMKM di Modinan.

Baca juga: Danang Wicaksana Silaturahmi ke Kelompok Tani Kembang Mulyo, Siap Atasi Keluhan Petani

Baca juga: Calon Bupati Sleman Danang Wicaksana Kunjungi Blue Lagon, Catat Masukan dan Usulan dari Masyarakat

Terkait kendala akses permodalan, DWS menyebut akan memastikan seluruh UMKM terdata dan memiliki wadah agar tiap kendala dapat diatasi secara berjenjang.

Langkah pertama yang akan dilakukan DWS-ACH adalah menyusun data UMKM yang valid.

Setelah itu, perizinan dan administrasi para pelaku UMKM juga harus mendapatkan pendampingan agar dapat mengakses lembaga permodalan.

"Namun, jika masalahnya adalah pemasaran, saya bersama Mas Agus Choliq menawarkan konsep pemasaran daring. Nanti kita bikinkan marketplace untuk para pelaku UMKM, kemudian didukung dengan fasilitas internet gratis tiap padukuhan," kata DWS.

Calon Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), menerima beberapa keluhan dan harapan dari masyarakat saat mengunjungi beberapa titik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (26/1/20200).
Calon Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), menerima beberapa keluhan dan harapan dari masyarakat saat mengunjungi beberapa titik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (26/1/20200). (dok.istimewa)

DWS menambahkan, pengembangan produk juga harus mendapatkan perhatian lebih serius.

Pasalnya, persaingan pasar yang harus dimenangkan untuk beberapa jenis produk cukup ketat.

"Bahkan dari sisi kemasan juga kita harus berikan pendampingan, karena pada dasarnya pelaku UMKM ini kebanyakan produknya bagus, hanya kurang memahami trik mengemas produk," pungkas DWS. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved