Breaking News:

Mahasiswa KKN UNY Kenalkan dan Latih Masyarakat Kebumen untuk Meracik Wedang Uwuh

Minuman wedang uwuh yang memiliki banyak khasiat, rupanya belum banyak diketahui masyarakat, utamanya di luar DI Yogyakarta.

IST
Mahasiswa KKN UNY Latih Masyarakat Membuat Wedang Uwuh 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjaga kesehatan tubuh menjadi hal sangat penting di masa pandemi.

Salah satunya dengan minum minuman yang meningkatkan imunitas tubuh.

Minuman wedang uwuh yang memiliki banyak khasiat, rupanya belum banyak diketahui masyarakat, utamanya di luar DI Yogyakarta.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN UNY 2020 di Desa Clapar Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen melakukan sosialisasi pembuatan minuman ini pada masyarakat desa setempat.

Mereka adalah Arjun Reski Fawzi (Pendidikan Sosiologi), Eci Safitri (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Indah Mutiara Sari (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Nando Yustiko Maradona (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia).

Baca juga: Dirut RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Khawatirkan Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang

Baca juga: Peringati HUT ke-75, Denkesyah Yogyakarta Gelar Syukuran dan Ziarah ke TMP Kusumanegara

Baca juga: Kampus UGM Yogyakarta Ikuti Kebijakan Pemerintah DIY Terkait Mekanisme Perkuliahan Tatap Muka

Menurut Arjun Reski Fawzi, tujuan dari program ini adalah membekali masyarakat tentang membuat minuman sehat yang dapat meningkatkan imunitas tubuh pada masa pandemi Covid-19.

“Selain itu, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat wedang uwuh juga dapat ditemukan dengan mudah di kebun atau di pasar," ujarnya.

Eci Safitri menambahkan, selama ini masyarakat di desa lebih sering mengonsumsi minuman manis yang kurang sehat seperti kopi hitam.

“Rata-rata masyarakat Desa Clapar mengonsumsi kopi sebanyak 1 hingga 2 gelas dalam sehari, padahal minuman kopi hitam jika dikonsumsi berlebihan dapat membahayakan tubuh," ungkap Eci.

Anggota tim lainnya, Indah Mutiara Sari menjelaskan, wedang uwuh merupakan salah satu minuman warisan leluhur yang sangat menyehatkan.

Minuman ini berasal dari Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul.

Secara bahasa, ‘wedang’ dalam bahasa Jawa berarti ‘minuman’, sedangkan ‘uwuh’ berarti ‘sampah’.

Baca juga: Peringatan 10 Tahun Erupsi Besar Merapi, BPPTKG Selenggarakan Kegiatan Mitigasi di Masa Pandemi

Baca juga: Langkah Persiapan Gugus Tugas Penanganan Covid DI Yogyakarta Saat Masa Libur Panjang Akhir Pekan Ini

Baca juga: Omzet Anjlok Terdampak Pandemi Covid-19, Pelaku UMKM di Modinan Sleman Ajak DWS Cari Solusi

Sampah yang dimaksud adalah sampah dedaunan.

Wedang uwuh terbuat dari daun cengkeh, kayu manis, daun pala, jahe, kayu secang hingga gula batu.

Wedang uwuh memiliki rasa pedas dengan sensasi segar.

“Wedang ini sangat cocok diminum untuk menjaga kesahatan dan kekebalan tubuh di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini” ungkap Indah.

Adapun cara pembuatannya yakni jahe dibakar dan digeprek hingga pipih, kemudian direbus hingga sarinya keluar.

Campurkan cengkeh, daun cengkeh, kayu manis, daun pala, kayu secang dan gula batu, rebus semua bahan selama 15 menit.

Angkat setelah warna air rebusan berubah merah. Sajikan tanpa disaring. Wedang uwuh hanya bisa dimasak satu kali dan tidak boleh dipanaskan agar kandungannya tidak berkurang.

Selain disajikan saat masih hangat, wedang uwuh ini juga bisa disajikan dengan es batu supaya lebih segar. (uti)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved