Breaking News:

Jawa

E-retribusi Diterapkan di Pasar di Kota Magelang untuk Cegah Kebocoran

E-retribusi ini untuk optimalisasi pembayaran non tunai, transparansi dan mencegah kebocoran retribusi.

TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
E-retribusi ini untuk optimalisasi pembayaran non tunai, transparansi dan mencegah kebocoran retribusi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Retribusi di pasar di Kota Magelang sudah dilaksanakan secara elektronik atau e-retribusi.

E-retribusi ini untuk optimalisasi pembayaran non tunai, transparansi dan mencegah kebocoran retribusi.

Satu di antaranya diterapkan di Pasar Kebonpolo, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. E-retribusi mulai diterapkan di pasar ini, Senin (26/10/2020).

Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Fajar Budi Sumarmo, mengatakan, e-retribusi ini adalah implementasi transaksi non tunai dan sesuai Perwal Nomor 10 Tahun 2012.

Baca juga: Laporan Keuangan Pemkot Magelang Raih Opini WTP untuk Ke-4 Kali

"Selain itu ikut menyukseskan pembayaran non tunai, memudahkan pelayanan pasar dan transparansi keuangan, mencegah kebocoran retribusi pasar," katanya, Senin (26/10/2020) saat launching penerapan e-retribusi kedua di Pasar Kebonpolo, Kota Magelang.

Penerapan e-retribusi ini sendiri dilaksanakan pertama di Pasar Cacaban 17 Mei 2019 lalu.

Di sana, diterbitkan 110 kartu e-retribusi untuk pedagang dengan top up Rp 10 ribu per kartu.

Kedua di Pasar Kebonpolo. Penerapan e-retribusi dibantu Disperindag, DPPKAD Kota Magelang, dan Bank Jateng. Ada 333 kartu e-retribusi, dan ditop up Rp 5.000 per kartu.

"Dibantu alat empos, kartu cetak retribusi, nfc card reader, top up, pengisian saldo," katanya.

Baca juga: Pemkot Magelang Berikan Bantuan untuk PKL, Koperasi, dan Perajin Mainan Terdampak Covid-19

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, mengatakan, saat ini sudah memasuki era yang maju.

Semuanya serba elektronik dan tak menggunakan uang tunai.

E-retribuai diterapkan untuk menyukseskan gerakan non tunai.

"Kita memasuki era yg maju. Elektronik, tak menggunakan uang. E-retribusi ini secara bertahap. E retribusi ini juga untuk menyukseskan gerakan nasional non tunai yang sudah sejak 2014," katanya.

"Apalagi saat pandemi, steril dari pegang uang. Yang penting cuci tangan, memakai masker, jaga jarak. Saya kira lebih efisien, efektif dan keamanan terjamin. Nanti pedagang diberikan pemahaman dan lama-lama menjadi kebiasaan,"katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved