Breaking News:

Kuliner Bantul

Mengecap Nikmatnya Serabi Kocor, Kuliner Legendaris yang Dimasak Tradisional

Di Kabupaten Bantul, serabi masih bisa dijumpai di pinggiran jalan. Satu di antaranya, serabi Mbak Tini, yang berjualan di Jalan Parangtritis

Tribun Jogja// Ahmad Syarifudin
Anglo untuk masak Serabi Kocor di Gadingharjo, Kretek, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Siapa yang tidak mengenal serabi. Ya, jajanan legendaris yang terbuat dari tepung beras itu kini masih eksis. Di Kabupaten Bantul, serabi masih bisa dijumpai di pinggiran jalan. Satu di antaranya, serabi Mbak Tini, yang berjualan di Jalan Parangtritis, tepatnya di Gadingharjo, Kretek, Bantul.

ILUSTRASI Serabi kocor Bu Ngadinem, dimasak dengan cara tradisional menggunakan anglo dan bara api kayu bakar.
ILUSTRASI Serabi kocor Bu Ngadinem, dimasak dengan cara tradisional menggunakan anglo dan bara api kayu bakar. (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)

Berbeda dengan kuliner lain, serabi di tempat ini masih dimasak dengan sederhana. Meski sudah ada kompor, Mbak Tini masih mempertahankan nuansa tradisional yaitu, memasak menggunakan anglo atau tungku yang terbuat dari tanah liat. Perapiannya dari kayu bakar. Menurut dia, memasak serabi menggunakan anglo memiliki cita rasa berbeda dibanding dengan alat masak lainnya.

"Ada aroma khas kayu bakar. Jadi serabi akan jadi lebih enak," tutur Mbak Tini, Minggu (25/10/2020). Selain itu, alasan lain, memasak serabi menggunakan anglo menurut dia, lebih cepat matang dibanding pakai kompor.

Dalam sehari, mbak Tini mampu menghabiskan enam kilogram tepung beras. Adonan tepung sebanyak itu menurutnya pasti habis, dibuat menjadi ratusan kue serabi. Satu porsi berisi dua kue serabi dijual dengan harga Rp 2.500. Ia biasa berjualan dari pukul 14.00 siang, sampai samua kue habis terjual.

"Kadang jam 17.00 sudah habis. Kalau lagi sepi ya, bisa sampai 19.00," tuturnya.

Mbak Tini mengaku berjualan serabi sudah lebih dari 12 tahun. Tepatnya, sejak tahun 2008 silam ketika memutuskan keluar dan berhenti sebagai karyawan pabrik. Resep adonan dan cara memasak serabi, Ia warisi dari sang nenek yang diakuinya sudah berjualan kue berbentuk bulat itu secara turun menurun.

Kue serabi Mbak Tini dimasak dengan sederhana dan tradisional. Tanpa menggunakan minyak, dan itu yang membuatnya terasa lebih istimewa. Rasa adonan empuk dan ada sedikit aroma khas. Apalagi diguyur dengn santan gurih menjadi perpaduan yang pas. Salah satu pembeli, Widiyati mengungkapkan, dirinya suka membeli serabi Mbak Tini karena dimasak dengan cara tradisional. Tidak pakai minyak dan rasanya juga enak. "Hampir setiap seminggu sekali pasti mampir untuk beli," ujar warga Imogiri itu.

(*/Rif/ Tribunjogja.com )

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Yoseph Hary W
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved