Breaking News:

Kondisi JATP

Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo Kaget Lihat Kondisi JATP

Sampai di lokasi saya kaget kondisi JATP saat ini. Menurut saya kehadiran JATP ini juga belum dibarengi koordinasi dengan pemerintah desa

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Taman Wisata Jogja Agro Techno Park (JATP) yang berada di Dusun Kemiri, Kalurahan Wijilan, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo yang kini ditutupi pagar seng. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo, Istana menyayangkan kondisi taman wisata Jogja Agro Techno Park (JATP) yang berada di Dusun Kemiri, Kalurahan Wijilan, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo setelah melakukan monitoring pada pekan lalu.

Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo, Istana mengatakan setelah melakukan monitoring dirinya kaget karena kondisi taman wisata tersebut saat ini ditutupi oleh pagar seng.

Padahal pada 2019, JATP sudah dibuka untuk umum bahkan sempat viral karena banyak didatangi wisatawan.

"Sampai di lokasi saya kaget kondisi JATP saat ini. Menurut saya kehadiran JATP ini juga belum dibarengi koordinasi dengan pemerintah desa tapi tiba-tiba sudah viral bahkan sekarang ini ditutup dengan pagar seng," ucapnya Minggu (25/10/2020).

Selain itu kata Istana, JATP ini tidak berkembang karena minimnya fasilitas pendukung seperti toilet.

Padahal fasilitas itu sangat penting untuk menunjang kenyamanan wisatawan.

Lebih lanjut, kata dia pihak pengelola wisata juga belum melakukan koordinasi dengan pemerintah kalurahan maupun masyarakat sekitar.

"Karena kurang koordinasi sehingga pihak desa maupun masyarakat belum tahu dan tidak tahu tujuan didirikannya JATP. Mestinya pihak pengelola wisata segera berkoordinasi agar dapat melibatkan masyarakat untuk membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Karena masyarakat juga perlu dibimbing agar mampu melihat peluang dengan hadirnya JATP misalnya dengan membangun penginapan mengingat lahannya sangat terbatas," tuturnya.

Sebab nantinya konsep JATP terdapat pelatihan karena taman wisata yang dibangun oleh Pemda DIY pada 2018 silam itu digunakan sebagai sarana edukasi pertanian pada masyarakat.

Tempat ini menjadi kawasan dengan fasilitas Agribisnis dan Agrotourism.

Sehingga berfungsi sebagai unit pembelajaran agribisnis, menumbuhkankembangkan wirausahawan agribisnis dan lembaga pelatihan dan percontohan.

Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah kalurahan maupun masyarakat sekitar sangat penting sehingga terwujud pemberdayaan masyarakat.

(*/scp/ Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved