Breaking News:

Klaten

Watergong Klaten Dulunya Sungai Penuh Sampah Kini Isinya Jutaan Ikan

Objek wisata itu dinamai Watergong dan berada di Dukuh Pusur, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Tribunjogja.com | Almurfi Syofyan
wisata Watergong yang penuhi jutaan ikan nila dan koi yang berada di Dukuh Pusur, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jumat (23/10/2020). 

Tapi saat itu hasil panen tidak laku dijual karena ekonomi masyarakat sedang lesu efek pandemi Covid-19.

Akhirnya ikan-ikan itu dia bagikan kepada masyarakat satu kampung untuk dimakan.

Sekarang, lanjut Bagong, bibit ikan yang ada di sungai merupakan bibit kedua yang ia semai.

"Untuk, ikan yang ada di kolam sekarang ini adalah bibit kedua," ujarnya.

Ia memperkirakan jika total berat dari jutaan ikan nila dan koi yang ada di sungai tersebut saat ini sudah mencapai 18 ton.

Dalam sehari, ia mengatakan menghabiskan sekitar 10 karung pelet untuk memberi makan jutaan ikan tersebut.

Suasana sungai di objek wisata Watergong yang penuhi jutaan ikan nila dan koi yang berada di Dukuh Pusur, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jumat (23/10/2020).
Suasana sungai di objek wisata Watergong yang penuhi jutaan ikan nila dan koi yang berada di Dukuh Pusur, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jumat (23/10/2020). (Tribunjogja.com | Almurfi Syofyan)

"Satu karung itu beratnya 30 kilogram," ucap Bagong.

Menurutnya, untuk pengunjung yang berkunjung ke objek wisata Watergong itu tidak dipungut biaya.

Ia hanya berpesan, jika setiap pengunjung wajib memakai masker dan tidak membuang sampah di sepanjang kawasan objek wisata.

"Cukup jaga kebersihan saja dan tidak berbuat yang aneh-aneh," tandasnya. ( Tribunjogja.com | Almurfi Syofyan )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved