Breaking News:

Yogyakarta

Jangan Terbangkan Layangan di Kawasan Keselamatan Penerbangan

Fenomena musim layangan dianggapnya sangat berbahaya bagi kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP) di kawasan setempat.

TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Satgas Layangan Bandara Adisucipto Yogyakarta menunjukkan salah satu layangan yang terjaring operasi melanggar area steril di KKOP di kawasan Maguwo, Sleman pada Sabtu (24/10/2020) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - General Manajer Bandara Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama menyesalkan insiden layangan yang dilaporkan tersangkut di bagian landing gear atau ban sebelah kiri maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QZ 1107 jenis ATR 72-600 saat hendak mendarat di Bandara Adisucipto, Jumat (23/10/2020) sore kemarin.

Meski tidak terdapat korban dan pesawat dapat mendarat dengan aman, namun dengan adanya insiden itu dan maraknya fenomena musim layangan dianggapnya sangat berbahaya bagi kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP) di kawasan setempat.

"Ini sudah yang kesekian kalinya kami mengimbau kepada masyarakat agar mensterilkan KKOP karena memang sangat membahayakan sekali. Bukan hanya layangan saja, melainkan juga balon udara dan aktivitas lain yang dapat menganggu operasional dan keselamatan penerbangan itu tidak boleh dilakukan," kata Agus Pandu Sabtu (24/10/2020) kepada wartawan. 

Baca juga: Ada Layangan Tersangkut di Pesawat Citilink yang Akan Mendarat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta

Pandu menegaskan, sebelumnya pihaknya juga telah berkoordinasi dengan jajaran pemerintah baik TNI/Polri maupun stakeholder lainnya agar dapat mengedukasi masyarakat soal bahayanya KKOP yang tidak steril dari aktivitas masyarakat.

Hal itu menurut dia juga telah diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. 

Pada pasal 210 tertulis bahwa setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara. 

Dia juga menegaskan, bahwa radius 15 KM dari Bandar udara adalah untuk wilayah udara sekitar bandar udara yang dipertahankan bebas dari hambatan (obstacle) sehingga dapat menjamin keselamatan operasi pesawat udara yang akan mempergunakan bandar udara itu dan untuk mencegah tumbuhnya penghalang (obstacle) baru di sekitar bandar udara.

"Jadi kami selaku otoritas bandara tidak bosan-bosannya mengingatkan agar masyarakat tidak menerbangkan layangan atau apapun dalam ukuran besar sesuai dengan ketentuan itu. Kami juga telah membentuk Satgas untuk mengawasi dan ke depan tidak akan main-main lagi, kalau kedapatan melanggar akan kami proses karena memang ada pidananya," klaim dia. 

Baca juga: Insiden Layangan Tersangkut di Pesawat, Pilot Lihat Banyak Layangan Sebelum Mendarat di Adisutjipto

Tindakan untuk memproses hukum adalah upaya terakhir yang akan ditempuh oleh pihaknya jika masyarakat masih saja abai dengan imbauan tersebut.

Pasalnya, selain digunakan untuk penerbangan komersial, Bandara Adisucipto juga dipakai untuk operasional latihan penerbangan militer, sehingga mesti dipastikan steril dan aman dari aktivitas yang menganggu keselamatan. 

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved