Breaking News:

Danang Wicaksana Silaturahmi ke Kelompok Tani Kembang Mulyo, Siap Atasi Keluhan Petani

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah petani mengungkapkan usulan kepada DWS

Editor: Ikrob Didik Irawan
ist
Calon Bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya (DWS) bersilaturahmi ke Kelompok Tani Kembang Mulyo di Dusun Kembang, Wonokerto 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Calon Bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya (DWS) bersilaturahmi ke Kelompok Tani Kembang Mulyo di Dusun Kembang, Wonokerto, Turi, Sleman, Sabtu (24/10/2020).

Pertemuan yang digelar di Balai Warga Kembang itu diikuti oleh perwakilan 15 kelompok tani se-Turi, kelompok perikanan, peternakan, pembudidaya salak, tokoh masyarakat setempat dan kaum ibu.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah petani mengungkapkan usulan.

Riyanto, warga Sempu, Wonokerto, mengeluhkan kurangnya debit air untuk mengairi lahan pertanian, khususnya salak pondoh yang selama ini menjadi ikon Kecamatan Turi.

Calon Bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya (DWS) bersilaturahmi ke Kelompok Tani Kembang Mulyo di Dusun Kembang, Wonokerto
Calon Bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya (DWS) bersilaturahmi ke Kelompok Tani Kembang Mulyo di Dusun Kembang, Wonokerto (ist)

"Satu bendungan untuk mengairi enam kampung, Mas Danang. Sedang satu kampung luas lahan pertanian bisa empat puluh hektar. Harus nunggu 40 hari untuk mendapat giliran pengairan, Mas Danang," keluh Riyanto.

Riyanto menambahkan, akibat sulitnya mendapatkan air, mengakibatkan banyak tanaman salak yang terpaksa diganti palawija.

Ketika ditanya oleh DWS penyebab berkurangnya debit air di wilayahnya, Riyanto sudah mensinyalir hal tersebut diakibatkan oleh penambangan pasir yang berlangsung di lereng Gunung Merapi.

"Sudah rahasia umum, Mas Danang. Kita sama- sama sudah tau," tambah Riyanto.

Merespon hal tersebut, DWS menyatakan pihaknya mengkaji kemungkinan pembuatan embung sebagai ruang tangkapan air untuk kebutuhan lahan pertanian.

Selain itu, DWS berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah Jawa Tengah terkait aktifitas penambangan pasir agar tidak merusak lingkungan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved