Pelajari Potensi Pemberdayaan Ekonomi di Masa Pandemi, DWS Kunjungi Kebun Hidroponik Organik

Pelajari Potensi Pemberdayaan Ekonomi di Masa Pandemi, DWS Kunjungi Kebun Hidroponik Organik

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Calon bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) mengunjungi kebun hidroponik "Hadeeqa Kebun Sayur" di Dusun Jetis, Caturharjo, Kecamatan Sleman, Sleman, Jumat (23/10/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Calon Bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya (DWS) mengunjungi kebun hidroponik "Hadeeqa Kebun Sayur" di Dusun Jetis, Caturharjo, Kecamatan Sleman, Sleman, Jumat (23/10/2020).

Menurut DWS, kunjungan tersebut dalam rangka memetakan potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat di masa Pandemi Covid-19.

"Fokus saya bersama Mas Agus (Calon Wakil Bupati R. Agus Choliq/ACH) adalah pemulihan ekonomi masyarakat Sleman di masa pandemi. Untuk itu saya perlukan datang kemari untuk belajar," kata DWS.

Selain itu, DWS mengungkapkan pertanian hidroponik dapat diaplikasikan dalam program ketahanan pangan, khususnya bagi masyarakat Sleman di wilayah perkotaan yang memiliki lahan terbatas.

"Jadi, program ketahanan pangan tidak hanya dijalankan di daerah- daerah lumbung (pangan), tapi juga berlaku untuk lingkungan perkotaan," tambah DWS.

Kepada DWS, pemilik "Hadeeqa Kebun Sayur", Arif Widarto menjelaskan bahwa kebun hidroponik miliknya menempati lahan seluas 250 meter persegi dan menggunakan greenhouse untuk meminimalisir dampak buruk dari perubahan cuaca.

Calon bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) mengunjungi kebun hidroponik
Calon bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) mengunjungi kebun hidroponik "Hadeeqa Kebun Sayur" di Dusun Jetis, Caturharjo, Kecamatan Sleman, Sleman, Jumat (23/10/2020). (Istimewa)

Selain itu, menurut Arif, kebun yang mulai ditanami 29 Februari silam tersebut menggunakan sistem NFT (Nutrien Film Technique) dengan tiga modul yang terdiri dari modul penyemaian, peremajaan serta modul pembesaran.

"Untuk jenis sayur yang ditanam, kita ada tiga, Mas. Yakni selada, sawi-sawian seperti pakcoy dan caisin, serta bayam," jelas Arif kepada DWS.

Baca juga: Calon Bupati Sleman Danang Wicaksana Kunjungi Blue Lagon, Catat Masukan dan Usulan dari Masyarakat

Di samping itu, kepada DWS Arif menjelaskan alasannya memilih sistem hidroponik karena lahan yang dimilikinya merupakan tanah padas.

Menurut Arif, lahan miliknya memiliki kapasitas sebanyak 2500 lubang tanam. Dari jumlah tersebut, Arif mengaku dapat memanen 100 lubang setiap harinya.

Arif menambahkan, selama ini dirinya memiliki kendala dalam mengendalikan hama di kebun miliknya.

Pasalnya, hingga saat ini dirinya mengaku tidak menggunakan pestisida kimia untuk merawat kebun miliknya.

"Hama memang menjadi kendala, Mas. Tapi saya tetap bertahan tidak menggunakan pestisida kimia, karena saya ingin sayuran dari sini aman dikonsumsi," tambah pemilik kanal Youtube "Mas Kombor" tersebut.

Kepada DWS, Arif berharap jika terpilih menjadi bupati dalam kontestasi pilkada 2020 mendatang, DWS bisa lebih memajukan bidang pertanian di Sleman.

"Saya juga siap jika diminta menularkan ilmu saya kepada masyarakat luas, Mas Danang," kata Arif kepada DWS.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved