Breaking News:

LPSK Percepat Pendataan Korban Terorisme

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI berusaha mempercepat pendataan dan proses inventarisasi korban terorisme masa lalu.

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
internet
LPSK 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI berusaha mempercepat pendataan dan proses inventarisasi korban terorisme masa lalu.

Inventarisasi harus selesai maksimal pada Juni 2021, atau tiga tahun setelah disahkannya UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Terorisme.

"Kami sedang melakukan percepatan inventarisasi korban terorisme masa lalu yang dibatasi waktu sampai dengan Juni 2021," kata Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo dihubungi Jumat (23/10/2020).

Pendataan ini disebut dia berkaitan dengan pemberian kompensasi oleh negara.

LPSK mencatat, sejauh ini nominal ganti rugi terendah yang dibayarkan adalah Rp 20 juta dan tertinggi Rp 1,9 miliar.

Sementara, jumlah korban korban terorisme masa lalu sejak insiden bom Bali hingga terbitnya UU Nomer 5 Tahun 2018 yang sudah tercatat ada sebanyak 207 orang.

Jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah.

Baca juga: NILAI Tukar Rupiah Terhadap Dollar dan Harga Emas Batangan PT Antam Hari Ini

Baca juga: Jika Terpilih Sebagai Presiden Amerika, Joe Biden Janji akan Membahas Kepemilikan Nuklir Korea Utara

"Warga yang merasa menjadi korban terorisme, silakan mengajukan permohonan kepada kami. Namun terlebih dulu harus meminta keterangan sebagai korban kepada BNPT atau Densus, karena kami perlu  kejelasan bahwa yang bersangkutan benar-benar korban," papar Hasto.

Setelah menerima permohonan, LPSK akan melaksanakan assessment.

Biasanya, tahapan ini dilakukan secara massal mengingat jumlahnya yang banyak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved