Liga 1 2020 Belum Jelas, Persiraja Putuskan Kembali ke Aceh

Tak kunjung adanya kepastian soal lanjutan Liga 1 2020, membuat manajemen Persiraja Banda Aceh memutuskan kembali ke Aceh

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
(Media Official Persiraja)
Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani (dua kiri) saat mewakili klub di extaordinary club meeting di Royal Ambarrukmo, Selasa (13/10/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Tak kunjung adanya kepastian soal lanjutan Liga 1 2020, membuat manajemen Persiraja Banda Aceh memutuskan kembali ke Aceh, setelah sekira satu bulan tinggal di Yogyakarta.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani.

"Pemain sudah kita bubarkan, pemain Aceh pulang ke Aceh dan yang lain pulang ke daerah masing-masing, termasuk pemain asing akan pulang ke negaranya," kata Rahmat Djailani, Kamis (22/10/2020).

Rahmat menyebut, pemain sudah mulai pulang ke daerah masing-masing mulai hari ini. Sedangkan pemain yang berasal dari Aceh akan kembali ke Aceh pada Minggu, 25 Oktober 2020 mendatang.

Baca juga: Pemkab Sleman Belum Turunkan Rekomendasi Bioskop untuk Beroperasi Lagi

Baca juga: Kompetisi Liga 1 2020 Belum Jelas, Barito Putera Pertimbangkan Dua Opsi

"Kita sudah tidak bisa berharap banyak lagi untuk lanjutan kompetisi di tahun ini. Tentu saja ini keputusan yang sangat berat di tengah kondisi tim yang sedang bagus dan kita terpaksa harus membubarkan tim karena kompetisi yang belum jelas," ujar Rahmat.

"Ketika kompetisi sudah pasti nantinya, kita akan panggil kembali semua pemain," imbuhnya.

Sebelumnya, PSSI dan PT LIB dalam extraordinary club meeting beberapa waktu lalu belum bisa memastikan kapan keputusan kompetisi akan digulirkan kembali, meski seluruh klub menyatakan sepakat melanjutkan kompetisi.

Baca juga: BREAKING NEWS: 1 ASN Pemkot Yogyakarta Positif Covid-19, 12 Orang Jalani Swab

Baca juga: Gelombang Pasang Hantam Warung Kuliner Pantai Selatan Bantul, Penjual Sebut Ini yang Terbesar

PSSI hanya memberi gambaran kompetisi akan dijalankan pada 1 November jika mendapat izin, atau 1 Desember 2020, atau 1 Januari 2021.

Hal ini yang membuat Persiraja memilih untuk tidak bertahan lebih lama lagi Yogyakarta. (Han)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved