Breaking News:

Human Interest Story

Berkenalan dengan Cikal Bakal Sepeda Modern, Velocipede 1863 Reproduksi Warga Kota Magelang

Ternyata ada satu warga dari Kota Magelang yang berhasil memproduksi ulang kendaraan dengan roda raksasa dan rangka terbuat dari besi itu.

Tribunjogja/ Rendika Ferri K
Velocipede Tahun 1863 Hasil Reproduksi Warga Kota Magelang, Bagus Priyana, menarik perhatian masyarakat saat launching velocipede bersama komunitas sepeda tua di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (18/10/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dulu, sebelum sepeda senyaman dan se-modern sekarang, velocipede menjadi salah satu pilihan transportasi.

Namun kini nenek moyang sepeda itu sudah punah dan berganti dengan model sepeda yang lebih modern.

Bagaimana jika sepeda bikinan 1863 oleh Pierre dan Ernest Michaux dari Prancis itu direproduksi ulang?

Nah, ternyata ada satu warga dari Kota Magelang yang berhasil memproduksi ulang kendaraan dengan roda raksasa dan rangka terbuat dari besi itu.

Bagus Priyana, salah satu pegiat sejarah dan penghobi sepeda kuno di Kota Magelang, sudah menjadi mimpinya selama 17 tahun untuk menghidupkan kembali, sang cikal bakal dari sepeda modern tersebut.

"Sepeda ini mimpi saya 17 tahun yang lalu ketika pertama kali mendirikan komunitas sepeda VOC (Velocipede Old Classic). Nama Velocipede ini terinspirasi oleh sebuah sepeda karya Pierre & Ernest Michaux, dari Prancis 1863. Ini adalah peletak dasar sepeda modern, karya ini pertama kali jenis sepeda yang menggunakan pedal. Jadi sepeda-sepeda sebelumnya belum menggunakan pedal yang tersambung di roda depan yang berukuran besar," katanya, saat diwawancarai pada launching velocipede oleh komunitas sepeda tua di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (18/10/2020).

Baca juga: Sinopsis Serial The Haunting of Bly Manor yang Tayang di Netflix, Kisah Pilu Para Hantu Gentayangan

Baca juga: UPDATE Virus Corona 18 Oktober 2020: Hari Ini Bertambah 4.105, Jumlah Total Kasus COVID-19 361.867

Butuh waktu selama empat bulan dari Juni menuju September 2020, hingga akhirnya Bagus dapat tuntas membangun sepeda yang diberi nama 'Golden Dragon' atau 'Naga Emas' itu.

Mulai perencanaan hingga penelitian, ia merancang sepedanya secara mandiri.

Velocipede adalah benda yang sangat langka, sehingga ia harus mencari seluk beluk pembuatan sepeda ini dari literatur sejarah dan juga internet.

Halaman
1234
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved