Breaking News:

Membangun Optimisme di Tengah Pandemi

Artikel ini memberikan gambaran tentang pengelolaan penanggulangan risiko bencana di SLB Mardi Mulyo.

istimewa
Umi Komzanah 

(3) Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan Penyebaran Covid 19,

(4) Menyusun Program Tetap (Protap) Satgas Covid 19.

Satuan Petugas Pencegahan Penyebaran Covid 19 SLB Mardi Mulyo terdiri dari Penanggung Jawab kegiatan yang dipegang oleh kepala sekolah, Ketua I dan Ketua II, Sekretaris dan Bendahara.

Sedangkan seksi atau bidang yang dibentuk Bidang Teknis Lapangan, Bidang Sarana Prasarana, Bidang Sosialisasi (Humas), dan Tim Kesehatan.

Standar Opreasional Prosedur  yang ditetapkan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 adalah mengajak warga sekolah untuk senantiasa berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa; menyiapkan sarana prasarana sekolah sesuai dengan standar protocol kesehatan pencegahan Covid-19 (thermogun, wastafel/ tempat cuci tangan, sabun, hand sanitizer, masker, face shield, sprayer, disinfektan); menyosialisasikan protocol Kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 kepada warga sekolah diantaranya adalah dengan memasang banner protokol Covid-19, poster tentang cara memakai masker yang benar, poster tentang cara mencuci tangan yang benar, poster jaga jarak (social distancing) dan poster yang lain terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat; melaksanakan protocol kesehatan pencegahan Covid-19 di antaranya adalah memakai masker, cek suhu saat tiba di sekolah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah cek suhu; sering mencuci tangan, membawa hand sanitizer , membawa peralatan sholat sendiri, membersihkan kursi dan meja sebelum dan sesudah dipakai, membawa bekal makanan dari rumah, dan menghindari kerumunanan.

Standar operasional prosedur yang lainnya adalah melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala,  sekolah mengupayakan screening kesehatan bagi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik untuk memastikan kondisi kesehatannya tidak berpotensi menularkan atau tertular Covid-19, warga sekolah (guru, tenaga kependidikan.

Siswa melaporkan kepada pihak sekolah jika merasa sakit atau tidak enak badan, bekerjasama dan berkoordinasi dengan fasilitas Kesehatan/Puskesmas untuk membangun sistem yang mampu melakukan berbagai  proses (identifikasi, isolasi, pengujian, pelacakan, karantina) dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19; mengaktifkan komunikasi dengan orangtua peserta didik agar peningkatan mutu dan kesetahatan tetap terjaga.

Program tetap yang disusun SLB Mardi Mulyoa dalah

(1) Pengadaan Sarana Prasarana sekolah untuk pencegahan penyebaran covid 19, Sosialisasi Protokol Kesehatan Pencegahan penyebaran covid 19, Melaksanakan protocol Kesehatan memantau terlaksananya protokol Kesehatan, melakukan penyemprotan disinfektan, melakukan pendeataan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, Melakukan kerjasama dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan/puskesmas dalam membangun system melakukan pencegahan penyebaran covid 19.

(2) Pada tahap pengorganisasian Kepala Sekolah memberikan arahan terkait tugas tugas yang harus dilakukan oleh anggota satgas Covid-19 sesuai tupoksinya serta menyampaikan jadwal kegiatan yang harus dilakukan. Selain itu kepala Sekolah juga memberikan arahan terkait pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan dengan kurikulum yang sudah mengintegrasikan nilai PHBS dan protocol kesehatan.

(3) Pada tahap pelaksanaan ini kepala sekolah dibantu Satgas Covid-19 melakukan kegiatan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 yaitu memenuhi sarana prasarana sekolah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19; antara lain penyediaan atau pengadaan wastafel atau tempat cuci tangan dengan sabun pada air mengalir, pengadaan thermogun atau alat pengukur suhu , spayer atau alat semprot, disinfektan, sabun cuci tangan, hand sanitizer, masker, face shield dan disinfektan; melakukan sosialisasi di antaranya dengan memasang poster, slogan, motto tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dan perilaku hidup bersih dan sehat; melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, melakukan protocol kesehatan (cek suhu, cuci tangan, jaga jarak); pendataan kesehatan dan kegiatan lainnya sesuai program tetap yang sudah disusun, melakukan pembelajaran dengan internalisasi PHBS dan protocol kesehatan. Pada kegiatan pelaksanaan ini, juga dibagikan hand sanitize kepada peserta didik.

(4) Pada tahap pengawasan, Kepala Sekolah dan tim bagian monitoring  melakukan pengawasan terkait pelaksanaan kegiatan yang dilakukan satgas covid dan protokol kesehatan yang dilakukan warga sekolah dalam kehidupan sehari hari, baik saat di sekolah maupun saat belajar di rumah (saat guru melakukan kunjungan rumah). Pengawasan dilakukan agar protocol kesehatan tetap dipatuhi. Supervisi atau pengawasan pembelajaran juga dilakukan terutama pembelajaran yang mengintegrasikan nilai nilai PHBS dan protokol kesehatan.

(5) Pada tahap tindak lanjut pengawasan,kepala sekolah melakukan tindak lanjut hasil pengawasan yang dilakukan dengan menyusun rencana tindak terlebih dahulu. Tindak lanjut dilakukan berdasarkan temuan hasil pengawasan berupa pemberian contoh, konsultasi,  dan diskusi.

Demikianlah pengelolaan risiko bencana pada masa pandemi di SLB Mardi Mulyo.

Pengelolaan pengurangan risiko bencana yang dilakukan secara baik dapat mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 dan menimbulkan rasa aman dan optimism warga sekolah.

Pemahaman terhadap upaya pencegahan penyebaran Covid-19 harus terus menerus dan secara berkesinambungan disosialisasikan kepada masyarakat.

Semangat gotong royong dan bahu membahu harus terus dipupuk dalam upaya ini.

*) Oleh : Umi Komzanah, SLB Mardi Mulyo, Kretek, Bantul, Yogyakarta

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved