Breaking News:

Kota Magelang Masuk Nominasi Anugerah Inovasi Indonesia Tahun 2020

Pemerintah Kota Magelang menjadi salah satu nomine penghargaan Anugerah Inovasi Indonesia Tahun 2020 kategori Pemerintah Daerah Inovatif

IST
Panorama dari Kota Magelang 

Selain itu, beberapa agenda kolaborasi dan kerjasama yang akan dilakukan berupa pembentukan Co Working Space dan pengoptimalan Galeri Inovasi, pengoptimalan Corporate Social Responsibility (CSR) yang harus lebih menanjak ke tingkat pemberdayaan, serta pengembangan klaster industri sebagai muara ekosistem inovasi.

"Pemberdayaan ini akan memudahkan pemerintah dalam bekerja. Inovasi masyarakat sudah menjadi budaya dan tiap tahun selalu ada inovasi di berbagai bidang. Salah satu inovasi masyarakat bersama pemerintah daerah adalah pembangunan Kampung Teduh (Tematik, Terpadu, dan Hijau)," terang Joko.

Kriteria ketiga yaitu Produk Unggulan Daerah (PUD) yang dihasilkan memberikan nilai tambah, produktivitas, dan meningkatkan daya saing daerah.

Joko menjelaskan penataan PKL Kuliner dan Kebun Raya Gunung Tidar telah menjadi destinasi wisata baru.

Sedangkan produk unggulan antara lain makanan, kerajinan, dan mainan anak.

Kemudian kriteria keempat adalah ketersediaan infrastruktur digital untuk pengembangan inovasi daerah. Joko menuturkan tahun 2019 sudah terwujud command center di Kota Magelang sebagai bagian dari Road Map menuju Magelang Kota Cerdas.

Baca juga: Wali Kota Magelang Apresiasi Kesigapan Kelurahan Wates Hadapi Pandemi Covid-19

Baca juga: Konfirmasi Kasus Covid-19 Bertambah, Kabupaten Magelang Masih Bertahan di Zona Oranye

Joko juga menambahkan adanya inovasi yang dilakukan Pemkot Magelang di masa pendemi Covid-19, yaitu Suster Mahisa (Sinar Ultraviolet Sterilisasi Masker Higienis dan Aman), Hatii-Pakem (Hazmat dari RSUD Tidar Inovasi - Pakai Kembali), serta Ticketing online PDOW Taman Kyai Langgeng.

"Pengoptimalan aplikasi Magelang Cerdas juga terus kita lakukan, salah satunya dengan juga menyediakan menu belanja online di pasar tradisional dan sentra kuliner, yang menggandeng tukang ojek konvensional pada transaksi tersebut, " ujar Joko.

Sementara itu, tim juri Bahran Andang memberikan apresiasi kepada Pemkot Magelang dalam merespon instrumen IDSD.

Hal tersebut karena Pemkot Magelang menjadikan IDSD menjadi resolusi tahunan, dan ini merupakan respon yang sangat berbeda dari pemerintah provinsi / kabupaten / kota yang lain.

Halaman
123
Editor: Kurniatul Hidayah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved