Breaking News:

Kominfo RI: Indonesia Butuh 600 Ribu Tenaga Kerja Digital Setiap Tahun

Perkembangan ekonomi digital yang pesat menuntut kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas dan mumpuni di bidangnya juga besar.

kontan.co.id
ILUSTRASI. Alibaba di Era Digitalisasi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perkembangan ekonomi digital yang pesat menuntut kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas dan mumpuni di bidangnya juga besar.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kominfo RI, Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang industri digital mencapai 600 ribu per tahun.

"Kebutuhan tenaga kerja bidang digital sangat berpeluang besar di Indonesia. Namun, jumlah tersebut untuk kebutuhan dalam negeri belum terpenuhi," jelasnya melalui konferensi pers di Gedung STMM MMTC Yogyakarta, pada Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Menkominfo RI Dukung Infrastruktur Telekomunikasi di Wilayah Pariwisata Desa Pagerharjo Kulon Progo

Baca juga: Berkunjung ke Kepatihan, Menkominfo RI Janjikan 41 Titik Blankspot di Yogyakarta Segera Teratasi

Kekurangan SDM digital ditengarai akibat sistem pendidikan Indonesia yang tidak mampu menghadirkan SDM level expert  atau ahli.

Padahal, kebutuhan tenaga kerja terus meningkat dengan konektivitas yang cukup tinggi.

Seharusnya, kebutuhan tenaga ahli digital bisa terpenuhi.

"Sistem pendidikan merupakan tempat yang vital dalam pengembangan SDM. Maka, dari itu pemerintah menggandeng STMM MMTC Yogyakarta agar dapat mencetak tenaga ahli yang unggul khususnya di bidang digital," ucapnya.

Baca juga: Sikap Menkominfo Meningkatnya Konten Medsos Penolakan UU Cipta Kerja

Baca juga: Menkominfo Pastikan Indonesia Siap Menjadi Negara Digital Tahun 2035

Ia menambahkan, untuk menjawab tuntutan kebutuhan SDM digital memang harus merangkul banyak pihak.

Jika, hanya melalui pemerintah palingan target yang tercapai atas kebutuhan SDM digital sebesar 10 persennya.

"Maka dari itu kami terus masif melakukan road map ke institusi pendidikan untuk meningkatkan skill digital yang mampu berdaya saing tinggi," pungkasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved