Berita Liverpool
Mengenal Formasi 4-4-2 Diamond yang Pernah Dipakai Liverpool di Liga Inggris
Formasi 4 4 2 Diamond adalah bentuk formasi yang dekat dengan formasi standar 4-4-2. igunakan oleh Liverpool pada masa Brendan Rodger
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com -- Satu diantara faktor penting setelah materi pemain dalam sepakbola adalah bentuk atau formasi pemain.
Formasi digunakan oleh pelatih untuk menjalankan strategi dalam menghadapi lawan.
Formasi 4 4 2 adalah satu diantara bentuk penempatan pemain yang paling umum dikenal oleh awam.
Namun selain itu ada pula formasi 4 4 2 Diamond .
Apa itu?
Berikut penjelasan dasar formasi 4 4 2 Diamond dirangkum Tribunjogja.com dari buildlineup.com :
Formasi 4 4 2 Diamond adalah bentuk formasi yang dekat dengan formasi standar 4-4-2.
Formasi 4 4 2 Diamond ini pernah digunakan oleh Liverpool pada masa Brendan Rodgers tahun 2014.
Strategi ini juga pernah dipakai timnas Belanda era Louis Van Gaal Piala Dunia 2014.
Diamond ini pakai dengan penggunaan pemain sayap atau gelandang yang bermain melebar.
Menempatkan empat gelandang tengah, sebuah taktik yang bertujuan menekan.
Lantas bagaimana formasi 4 4 2 Diamond bisa diterapkan?
Baca juga: CHELSEA vs Southampton, Pertemuan Terakhir di Stamford Bridge The Blues Kalah
Baca juga: EVERTON vs Liverpool, Pimpinan Klasemen Liga Inggris Diuji Juara Premier League
Persyaratan Formasi
Bek sayap menyerang, 4 4 2 Diamond tidak memberikan keleluasaan alami karena berkurangnya peran sayap atau gelandang yang bermain ke depan bahkan melebar.
Disanalah, bek sayap bertanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan wilayah yang luas dan kosong.
Saat menyerang, Diamond menempatkan gelandang untuk lebih dalam memegang posisi, sebagai perisai pertahanan karena dua bek sayap ikut dalam menyerang.
Posisi itu mengarah pada transisi ke bentuk yang menyerupai 3-5-2.
Kekuatan terbesar Diamond berasal dari kemampuannya untuk tetap fleksibel dan efisien di area lini tengah tengah.
Dua gelandang tengah dituntut untuk bisa menutupi kekosongan sisi lapangan.
Gelandang ini bertanggung jawab untuk menciptakan permainan, karena hampir semua serangan melewati dirinya. Contoh bagus dari pemain seperti itu adalah Mesut Ozil di Arsenal ketika pada top performa.
Kekuatan
Dengan memiliki gelandang bertahan dedikasi, Diamond mengorbankan potensi menyerang untuk memastikan stabilitas pertahanan.
Pemain yang didedikasikan pada permainanitu dapat mudah mundur ke pertahanan bertindak sebagai bek kelima jika tim berada di bawah tekanan. Ini mengarah pada transisi dalam bentuk pertahanan 5-3-2.
Dengan menempatkan empat gelandang di tengah lapangan, Diamond memberikan keunggulan lebih dari formasi lain karena ada banyak pemain tambahan.
Keempat gelandang memastikan bahwa tidak ada ruang bagi lawan untuk merangkai umpan-umpan yang pada akhirnya membuat mereka memiliki satu opsi yaitu bola panjang.
Memiliki gelandang ekstra memberi tim saluran khusus untuk menciptakan serangan. Jika digunakan dengan benar, ini dapat menyebabkan sepak bola menyerang dengan efek yang menghancurkan.
Kelemahan
Firmasi Diamond membutuhkan gelandang tengah yang sangat fit dan bek sayap yang naik dan turun lapangan dengan mudah.
Hal ini dapat membebani pemain, mengakibatkan kemungkinan kelelahan selama permainan atau musim. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengenal-formasi-4-4-2-diamond-yang-pernah-dipakai-liverpool-era-brendan-rodger.jpg)